thumbnail Halo,

Meninggalnya Sam Ikul sepertinya memberikan keakraban kepada dua Arema untuk bertemu langsung.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    

Ir. Lucky Acub Zainal, atau akrab disapa sam Ikul yang merupakan pendiri Arema meninggal dunia, kabar duka yang menyelimuti Malang dan sepakbola Indonesia itu terjadi, Rabu (24/4) pukul 00:30.

Sam Ikul yang semasa hidupnya berjuang membesarkan Arema Indonesia ditengah krisis dana mampu menyulap tim Arema menjadi tim yang disegani di sepakbola Nasional hingga kini.

Rumah duka yang bertempat di Lembah Tidar, Kavling 1, sejak pagi hari ramai didatangi ratusan pelayat yang datang dari berbagai golongan, dari pejabat pemerintahan, tokoh bola Nasional hingga Aremania. Tak lupa, dua manajemen Arema baik yang di ISL maupun IPL datang untuk mengungapkan duka cita.

"Kita sebagai perwakilan manajemen Arema [ISL[ turut berduka cita yang mendalam bagi almarhumah. Dari sam Ikul kita bisa banyak belajar bagaimana untuk survive, cita-cita dan perjuangan beliau untuk Arema akan kami teruskan dan kami jaga karena ini amanat dari pendiri, tak lupa kami berdoa semoga almarhum diterima di sisiNya" kata Sudarmaji, media officer Arema ISL kepada GOAL.com Indonesia.

Tim Arema ISL sendiri datang dengan manajemen serta tim pelatih dari Ruddy Widodo (manajer umum), Sudarmaji (media officer), Rahmad Darmawan (pelatih), dll.

Sementara itu, tim Arema IPL juga datang kerumah kediaman, dipimpin oleh manajer Haris Fambudi, Abdurrahman Gurning (pelatih) dan beberapa pemain memberikan ungkapan belasungkawa yang mendalam.

"Sam Ikul mengajar kepada kita untuk tidak mudah menyerah, apalagi merasa kalah sebelum main. Beliau selalu memberikan semangat kepada Arema untuk bertahan di kompetisi Indonesia [IPL]," kata Abdurrahman Gurning.

Dimakamkan pada pukul 12:30 di TPU Kasin, Sukun, Kota Malang. Ribuan pelayat yang kebanyakan adalah Aremania turut datang. Dirigen Yuli Sumpil yang melepas kepergian sam Ikul tidak kuasa menahan air matanya untuk keluar.

"Meski sampean (anda) sudah tidak ada lagi, namun sampean tetap ada di hati kami," katanya singkat.

Sam Ikul sendiri adalah pendiri Arema, tim yang lahir pada 1987 itu didirikan atas permintaan ayahnya Alm. Acub Zainal, mantan Gubernur Irian Jaya untuk berkompetisi di Galatama. Arema yang sejak didirikan selalu punya masalah keuangan tetap survive sebagai tim Galatama yang berdiri tanpa sokongan perusahaan besar.

Ketika Arema menjadi dua, dirinya merasa sedih, meski banyak terlibat dalam kegiatan Arema IPL, namun sam Ikul juga tidak ketinggalan memantau perkembangan Arema ISL. Bahkan sebelum akhir hayatnya, kepada anaknya dirinya menanyakan skor Arema melawan Persib Bandung.

"Arema sekarang berkembang, tidak pecah," katanya dulu (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait