thumbnail Halo,

AFF dan WSG menolak bila peserta kompetisi berasal dari juara masing-masing negara, dan tidak ingin ada perubahan peserta.


OLEH    DONNY AFRONI


PSSI hingga saat ini belum memberikan keputusan untuk mengikuti ASEAN Super League (ASL) yang digagas federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF), karena menganggap konsep kompetisi antarklub tersebut masih tak jelas.

Ketua eksekutif (CEO) PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan, beberapa negara sejauh ini memang masih bingung soal klub yang akan mewakili setiap negara. AFF dan World Sport Group (WSG) sempat mengusulkan tiap negara diwakili klub-klub baru.

“Saya sudah mengikuti perjalanan wacana ASL ini sejak 2007. Namun, hingga kini konsep yang ditawarkan di kompetisi itu tidak jelas. Disebutkan pesertanya klub franchise, klub baru, dan lainnya, sehingga tidak mengganggu kompetisi domestik,” ujar Joko.

“Mereka [AFF dan WSG] tidak mau kalau ASL diwakili klub juara dari kompetisi masing-masing negara. Tapi kalau diambil dari klub juara kompetisi, maka pesertanya akan berubah setiap tahunnya. Mereka inginnya klub yang ambil bagian di kompetisi ini tidak berubah.”

Anggota dewan AFF yang juga menjadi wakil presiden AFC Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah pernah menyatakan, kompetisi ini tidak akan mematikan liga domestik, dan anggota mereka telah menyetujui bergulirnya ASL.

“Sampai sekarang Indonesia belum menyampaikan persetujuan bergulirnya ASL. Ini masih harus dibahas di rapat Exco [komite eksekutif]. Saat rapat memang banyak anggota setuju. Tapi ya itu tadi, harus ada kejelasan konsep,” kata Joko.

“Untuk negara-negara seperti Kamboja, Laos, dan Singapura, mungkin ini [ASL] akan menguntungkan. Tapi tidak dengan Indonesia, Thailand, dan Malaysia, yang kompetisinya sudah berjalan dengan baik.”

“Durasi kompetisi selama delapan bulan tentu mengganggu liga domestik masing-masing negara. Jadi harus jelas terlebih dahulu seperti apa konsepnya.”

Voting 20 Karya Terbaik Kontes Desain T-Shirt GOAL.com Indonesia
Tentukan desain favorit Anda melalui halaman polling kami.
Klik di sini untuk mengikuti jajak pendapatnya.


Terkait