thumbnail Halo,

Sebagai tim promosi dari Divisi Utama, Beto mengatakan punya keinginan besar mengalahkan tim-tim besar.


LIPUTAN     NINA RIALITA     DARI      MEDAN    

Skuat Pro Duta FC bertekad meneruskan tren positif raihan tiga angka di Indonesian Premier League. Setelah kemenangan beruntun dalam empat laga terakhir (mengalahkan Arema IPL, menang WO lawan Persija IPL, menang atas Persijap, dan Bontang FC), tantangan berat lainnya harus dihadapi Pro Duta lawan Persebaya 1927 di Stadion Teladan, Kamis (18/4) sore.

Pelatih Kepala Pro Duta, Roberto Bianchi, menjelaskan skuatnya siap tampil meski harus bertanding tanpa empat pemainnya, Faisal Azmi, Ghozali Muharram dan Jose Galan masih dibekap cedera, sedangkan Agus Pranoto akumulasi kartu kuning. Beto-sapaan akrabnya, mengatakan tren positif yang dicatat timnya tidak akan membuat skuatnya jumawa dan over confident.

“Over confident itu tidak akan terjadi besok (Kamis). Kami bisa berada di posisi sekarang (peringkat tiga) karena kerja keras pemain dan kami adalah tim yang sederhana. Dan posisi ini bukan diraih dengan gratis. Kami sudah melawan klub-klub besar seperti Arema, dan sekarang Persebaya. Semen Padang tidak main lawan Arema dan Persebaya (menang WO) dan mereka langsung dapat enam poin,” ujarnya usai technical meeting.

Sebagai tim promosi dari divisi utama, Beto mengatakan punya keinginan besar mengalahkan tim-tim besar.  “Pemain muda kami makin dewasa. Saat ini hanya Dennis (Romanovs) dan Girts (Karlsons) yang paling senior di tim, lainnya masih muda. Tapi tim ini pasang target, dan pelatih juga ditarget dengan ketat. Sulit sampai di posisi tiga, namun sekarang lebih sulit mempertahankan posisi ini. Besok (Kamis) ada ujian lagi, Persebaya tim yang pengalaman. Besoklah, kami akan lihat apakah skuat kami secara mental siap menjalani pertandingan,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, meski Persebaya dilanda persiapan serba kilat, menurut skill individu dalam tubuh Persebaya cukup baik. Diantaranya, tiga pemain asing Goran Gancev, Mario Karlovic dan Fernando Soler, serta pemain timnas seperti Andik Vermansyah dan M Taufik. "Persebaya punya pemain-pemain yang bagus dan beberapa dari mereka pemain internasional.  Tapi kami punya konsep taktik yang lebih baik dari mereka dan kami lebih terorganisir. Dan jika kami menetralisir kemampuan individu mereka, akan jadi keuntungan buat kami," bebernya.

"Empat pemain penting kami tidak bisa main dan aku tidak "menangis". Jadi, Persebaya seharusnya tidak "menangis" karena tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan ini.  Mereka punya banyak waktu karena mereka tidak bermain di pertandingan sebelumnya (lawan Semen Padang)," ungkap mantan pelatih Batavia Union ini.

Sementara itu, Pelatih Kepala Persebaya 1927, Ibnu Grahan, di sela-sela latihan tim di Stadion Teladan menjelaskan, ke Medan membawa 16 pemain. Dia tak menampik setelah mundurnya CEO Persebaya I Gede Widiade, kondisi tim berubah termasuk soal pemain.

“Ya kami bawa pemain pas-pasan. Karena sejak Pak Gede mundur, ada beberapa pemain yang pulang, yang dihubungi ada yang miskomunikasi, pemain yang siap di Surabaya dan siap bertanding hanya yang 16 ini.  Sebenarnya masih ada Alain N'kong, Misbaku Solikin, Evan Dimas, tapi  Alain N’Kong ITC nya atau surat dari negaranya (Kamerun) belum  selesai. Solikin dan Evan Dimas alih statusnya belum beres dari amatir ke profesional. Jadi ketiganya kami tinggal di Surabaya,” bebernya.

Mental pemain juga mulai membaik pascaWO dari Semen Padang. Ibu menegaskan, perlahan tim bangkit dengan harapan baru. “Ya saat lawan Semen Padang, kami WO, sementara kami tinggal hal itu dengan harapan baru bahwa di sini (Medan) kami bertanding lawan Pro Duta dengan target bisa mencuri poin dan syukur-syukur bisa menangkan pertandingan. Target realistis, ya semua juga tahu situasi di Surabaya saat ini seperti apa, kondisi Bonek bagaimana, enggak peduli kami persiapan satu hari atau dua hari, yang penting kami bisa meraih poin di sini. Ini menjadi cambuk buat kami, kami tim yang ada sekarang pemain lokalnya adalah arek Surabaya. Mudah-mudan Pro Duta meremehkan kami dengan persiapan minim tadi,” tuturnya.

“Kami sempat vakum latihan dua minggu. Kemudian  baru tiga hari setelah itu WO sama Semen Padang, jadi persiapan kami sebelum berangkat ke sini hanya empat hari. Tetapi itu bukan alasan bagi kami untuk bermain tidak maksimal, karena semua pemain saya anggap pemain profesional yang meski vakum latihan secara tim, tetap latihan sendiri-sendiri. Jadi tinggal menyamakan persepsi sebagai tim pas tanding,” bebernya.

Soal Pro Duta, Ibnu mengaku tim tuan rumah bukan lawan yang mudah. “Saya tahu Bianchi saat menangani Batavia Union, dia cukup bagus dan timnya tampil greget. Yang perlu kami waspada saat ini adalah kolektivitas Pro Duta yang trennya terus meningkat, dan kami enggak mewaspadai perorangan. Kami tidak melihat bagaimana tim lawan. Kami melihat tim sendiri agar semangat di lapangan dan bertanding dengan maksimal,” pungkasnya. (gk-38)



Voting 20 Karya Terbaik Kontes Desain T-Shirt GOAL.com Indonesia
Tentukan desain favorit Anda melalui halaman polling kami.
Klik di sini untuk mengikuti jajak pendapatnya.
20937 21236 21360 21548 22020 22462 22536 22956 23007 23158
Indonesia Harga Mati! Garuda Di Dadaku Spirit & Fair Play War Spirit Indonesian Legends Indonesia & Football Jawara Satu Garuda Di Dada Main, Goal, Juara! Pasti Menang!
23160 23301 23324 23466 23562 23901 23932 24139 24330 24505
Indonesia XI Forza Indonesia Fly Higher Garuda! It Comes From You Proud & Loud Gladiator Garuda Garuda Dalam Tubuhku Yakin Bisa! Ayo, Indonesia Bisa! Get 'Em All Garuda


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait