thumbnail Halo,

Emerson Alcantara meyakini Timor Leste akan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan.


EKSKLUSIF KHALIS RIFHAN, BIMA SAID & CESARE POLENGHI 

GOAL.com mendapatkan kesempatan untuk berbincang secara eksklusif dengan pelatih tim nasional Timor Leste, Emerson Alcantara. Seperti yang diketahui, Timor Leste tampil impresif di babak kualifikasi Piala AFF 2012, meskipun akhirnya gagal melaju ke babak utama.

Emerson adalah mantan pemain profesional di Brasil yang mengakhiri karirnya di salah satu klub tertua di Portugal yaitu Os Belenenses pada tahun 1996. Ia kemudian mengawali karir sebagai seorang pelatih di klub kecil Ipanema Atlético Clube sebelum kemudian pindah ke XV de Piracicaba, klub lokal di Sao Paulo.

Menjelang bergabung dengan Timor Leste, Emerson menjadi pelatih di liga Trinidad & Tobago bersama klub North East Stars.

Di awal perbincangan ini, Emerson menceritakan bagaimana ia bisa menjadi pelatih timnas Timor Leste. Ia mengatakan: "Karena salah satu pemain timnas mereka, yaitu Paul Herber, adalah mantan pemain saya di klub Brasil. Karena membutuhkan pelatih, dia berbicara kepada presiden dan menerimanya. Saya telah terikat pra-kontrak dengan Al Riffa di Bahrain, tetapi saya kemudian menerima tantangan di Timor Leste."

Di kualifikasi Piala AFF 2012, Timor Leste hampir lolos ke babak utama, setelah meraih kemenangan atas Kamboja dan Laos, namun sayang di laga terakhir mereka takluk oleh Brunei Darussalam sehingga perolehan poinnya kalah satu angka dari Laos, yang menduduki posisi kedua.



Emerson melihat hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengecewakan karena perkembangan tim dapat terlihat jelas. Ia yakin dalam lima tahun ke depan, Timor Leste akan mampu berbicara di turnamen itu. Namun, saat ini target mereka adalah membuat kejutan SEA Games 2013.

"Saya pikir itu [Piala AFF 2012] bukan kekecewaan, tetapi perjuangan untuk diakui. Karena kami hanya menjadi bahan tertawaan di turnamen sebelumnya dan sekarang mereka memiliki target untuk meraih juara dan mengirim pemain ke klub luar negeri," ujarnya.

"Saya pikir dalam lima tahun. Timor Leste akan mengalami kemajuan pesat dalam hal negara. Ekonomi mulai berkembang dan akan lebih berkembang lagi dalam lima tahun dan sepakbola tidak akan berbeda. Kami akan memiliki liga yang akan diminati oleh pemain dari luar negeri."

"Target kami [sekarang] tidak diragukan lagi adalah SEA Games dan sekarang kami memiliki lebih banyak waktu untuk persiapan. Kami menjalani pemusatan latihan yang akan membuat kami lebih mudah menemukan pemain baru karena banyak pemain berkualitas di Timor."

Sementara itu, disinggung mengenai kekalahan tipis 1-0 saat melakoni laga uji coba dengan Indonesia [melalui gol Bambang Pamungkas]. Emerson mengaku sangat puas dengan performa yang ditampilkan oleh anak asuhnya, yang ia sebut mampu mengimbangi permainan tim Merah Putih.



"Dengan belajar bahwa kita semua adalah manusia seperti negara lainnya, saya pikir setelah Piala AFF 2012, mereka mulai meyakininya, tanpa bermaksud meremehkan siapapun," ujarnya.

"Dengan mempercayai potensi yang dimiliki dan peluang menjadi pemain besar di masa depan, kami merasa senang, bukan dengan kekalahan itu, tetapi kami mampu bermain mengimbangi Indonesia di Jakarta."

Emerson juga berharap akan banyak pemain Timor Leste yang bermain di klub luar negeri, terutama di Indonesia, agar performa mereka semakin berkembang.

"Ya itu [salah satu] target kami. Semakin banyak pemain yang bermain di luar negeri, akan semakin banyak pemain Timor Leste yang ingin berkarir di luar negeri. Kemudian, secara alami, hal itu akan melahirkan pemain-pemain terbaik," ungkapnya.

Emerson mengakhiri perbincangan dengan mengungkapkan impiannya sebagai seorang pelatih sepakbola. Ia mengaku ingin menjadi salah satu pelatih terbaik di dunia, dan ia sedang bekerja keras untuk mewujudkannya.

"Kita semua memiliki mimpi. Saya bermimpi suatu hari nanti menjadi pelatih papan atas di dunia. Saya sedang menyempurnakannya dengan belajar keras, tidak pernah berhenti. Bekerja dengan disiplin setiap hari dan kesempatan itu akan datang dengan sendirinya," ujarnya.

"Saya selalu mengingat Tuhan, dan melakukan tugas saya di dunia agar saya layak mendapatkan [apa yang saya inginkan]," pungkasnya.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait