thumbnail Halo,

Asosiasi Suporter Persebaya siapkan kuasa hukum buat Andi Peci


LIPUTAN    FAHRI RAYYANA     DARI    SURABAYA    

Anggota Exco PSSI La Nyalla Mattaliti mengingatkan agar semua pihak jangan melontarkan tuduhan  sembarangan terkait pelaku pembacokan Andi Peci.  Pria yang selama ini getol membela Persebaya DU ini memang dikaitkkan dengan  peristiwa kriminal tersebut. 

"Memang sesudah kejadian itu banyak tuduhan mengarah kepada saya. Itu saya sudah monitor  di Facebook sejak tadi malam. Mereka menuduh-nuduh saya. Itu sama sekali tidak berdasar. Jangan sembarangan menuduh kalau tidak ada buktinya," tegas Nyalla.

Nyalla juga sangat menyayangkan terjadinya aksi kekerasan tersebut. "Terus terang saya mengecam keras aksi penganiayaan tersebut. Ini tindakan yang tidak sportif," kecam Nyalla.

Wakil Ketua Umum KONI Jatim ini menyebut, tindakan pengeroyokan terhadap Peci hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut. Selain itu, dengan kekerasan justru tidak akan menyelesaikan masalah .

"Tidak perlu menggunakan kekerasan. Kan sama-sama wong Suroboyone. Untuk apa seperti itu," tandasnya.

Nyalla juga meminta semua pihak menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. Karena kasusnya sudah ditangani oleh pihak yang berwajib. "Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. Apa hasilnya. Bisa saja ada pihak yang memanfaatkan situasi ini karena tujuannya ingin menjelek-jelekkan saya," pungkas La Nyalla.

Sementara itu,  Ketua Asosiasi Suporter Persebaya (ASP), Mulyono mengecam keras atas pengeroyokan kepada salah satu koordinator Bonek, Andi Peci. ASP berharap pihak keamanan mengusut tuntas kasus ini. Mulyono menyebut, ASP tak akan tinggal diam dengan kejadian yang menimpa Peci. Apalagi  Peci merupakan salah satu anggota ASP. 

"Kami mengutuk keras kejadian ini. Saya tidak diterima Bonek diperlakukan seperti ini," tegas Mulyono. "Kita seperti terusik dengan peristiwa itu. Terlepas siapa yang dikeroyok atau yang mengeroyok, kasus ini harus diutus tuntas," sambungnya ketika ditemui di Kantor Pusura, Selasa (16/4).

Atas kejadian ini, ASP sudah menunjuk Ketua Bidang Hukum ASP, Hamka Mujiadi Salam sebagai ketua tim advokasi. Langkah pertama yang diambil adalah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya, Selasa dini hari tadi. "Saya berharap pada aparat kepolisian, kasus ini harus diungkap secepat mungkin. Saya yakin polisi mampu. Dalam perhitungan saya, ini harusnya bisa diungkap dalam hitungan jam bisa," urainya.

Hamka sendiri menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini. Ia juga sudah menyampaikan beberapa bukti penunjang sebagai bahan pertimbangan. Namun ia enggan menyebut bukti apa yang dimaksud. "Kita akan kawal. Kita berharap ketegasan dari kepolisian untuk mengungkap perkara ini. Siapa lagi yang akan mengusut kalau bukan aparat kepolisian," pungkasnya. (gk-31)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait