thumbnail Halo,

Presiden Boromania mengaku kecewa dengan sikap PSSI, yang dinilai tidak mendukung penuh tim.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  BOJONEGORO    

Para pendukung setia Persibo Bojonegoro yang tergabung dalam Boromania, bakal mendukung penuh upaya dari AFC, terkait kasus dugaan suap dan pengaturan skor saat tim bertemu dengan Sunray Cave JC Sun Hei SC. Baik saat pertemuan pertama, maupun saat kalah 8-0, pada matchday keempat Grup F Piala AFC 2013.

Meski kabar tersebut masih hanya sebatas kecurigaan dari jajaran AFC, selaku pihak penyelenggara turnamen, namun Boromania memastikan, bakal mengecam keras tindakan oknum pemain dan ofisial jika benar terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

"Boromania akan mengecam keras, jika benar kabar kecurigaan suap itu melibatkan pemain dan ofisial Persibo. Jadi, kita tunggu dulu proses penyelidikan, dan asas praduga tak bersalah, baru kemudian kami akan bertindak," ujar presiden Boromania Jasmo Priyanto kepada GOAL.com Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, AFC dikabarkan sudah mencurigai adanya match fixing pada laga Persibo kontra Sunray Cave JC Sun Hei. Sebelum kekalahan telak Persibo 8-0, AFC juga sudah mulai mencium gelagat tidak mengenakkan itu, tepatnya pada saat kedua tim bertemu pertama kalinya, yang berakhir 3-3 di Stadion Manahan Solo pada 3 April lalu.

"Kecurigaan itu memang sudah mulai ada, sejak laga pertama lawan Sunray. Pemain yang kabarnya dicurigai itu memang statusnya belum dikontrak Persibo," terangnya.

Tak hanya itu, Jasmo juga mengaku kecewa dengan sikap PSSI, yang dinilai tidak mendukung penuh tim kesayangan mereka di pentas internasional. Salah satunya, keputusan mengenai keberangkatan Persibo jelang pertandingan menghadapi Sunray Cave JC Sun Hei.

"Harusnya pada Minggu (7/4), para pemain dan seluruh ofisial sudah berangkat ke Hongkong. Tapi, PSSI baru kasih keputusan berangkat pada Senin (8/4).

Sudah pasti, hal-hal itu jelas berpengaruh dengan kekalahan Persibo kemarin. Para pemain jelas kelelahan. Harusnya kita [Persibo] mewakili Indonesia, maka PSSI yang sekaligus otoritas tertinggi sepakbola di Indonesia, mestinya harus mendukung penuh," keluh Jasmo.

Dukungan untuk menuntaskan kecurigaan pengaturan skor dan suap, juga meluncur dari CEO Lokal Persibo Lukman Wafi. Ia malah terkesan lebih keras dalam menyikapinya, dengan menyatakan bila benar terbukti, maka pemain dan ofisial itu harus mendapatkan sanksi.

“Jika memang benar ada pemain yang terlibat, maka harus mendapat sanksi. Persibo sendiri, masih berupaya terus mempertahankan citra sebagai klub yang bersih dan menjunjung tinggi fair play. Tentunya, jika ada oknum yang merusak citra tersebut, sangat patut disayangkan,” tutur Lukman.

Dan salah satu contohnya, meski dilanda krisis finansial dan pemain, Persibo tetap datang ke Hongkong di ajang AFC Cup, walaupun akhirnya tetap dinyatakan kalah WO. Hal itu dilakukan, guna menggugurkan hukuman AFC bagi Persibo dan PSSI dari ajang internasional, khususnya antarklub Asia.

“Karena Persibo yang mewakili Indonesia tidak hadir dalam laga itu, maka PSSI dan Persibo akan dihukum oleh AFC, dan tidak boleh ikut kompetisi dalam tiga musim," jelasnya.

Sementara itu, juru bicara Imam Nurcahyo mengatakan, sejak tahun lalu Persibo memang sudah tidak ingin mengikuti Piala AFC 2013, karena sedang menghadapi permasalahan finansial. Namun, PSSI memaksa mereka untuk berpartisipasi, dan dijanjikan bakal mendapat bantuan dana.

“PSSI bilang Indonesia akan kehilangan slot di masa mendatang, jika kami membatalkan keikutsertaan, dan menjanjikan akan dibantu soal pendanaan. Tapi itu tidak pernah terjadi. Kami marah disalahkan atas hasil buruk, dan kemungkinan hal terbaik saat ini adalah mundur,” kata Imam. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait