thumbnail Halo,

Kehadiran Australia di komunitas sepakbola Asia Tenggara hingga saat ini masih menimbulkan silang pendapat.


OLEH    DONNY AFRONI


Belum lama ini, berhembus kabar yang cukup mengejutkan, Australia akan bergabung dengan federasi sepakbola Asia Tenggara pada tahun depan. Kabar itu pun sontak memunculkan reaksi beragam.

Sekjen federasi sepakbola Thailand (FAT) Ong-Art Korshinka menyatakan, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Federasi sepakbola ASEAN (AFF) masih mendiskusikan peluang The Socceroos untuk bergabung dengan komunitas sepakbola di Asia Tenggara.

“Resolusi AFF mengenai Australia untuk saat ini adalah mengizinkan mereka bergabung di kompetisi yang digelar tahun ini, seperti turnamen U-16 dan U-19. Untuk Piala AFF yang akan digelar tahun depan, kami masih memiliki waktu untuk membicarakannya,” ujar Korshinka.

Sedangkan dari kubu federasi sepakbola Australia (FFA) melalui juru bicaranya mengklaim mendapatkan dukungan dari negara-negara Asia Tenggara untuk masuk ke AFF.

“ASEAN secara mutlak mendukung kami masuk ke dalam AFF. Tapi hal tersebut masih harus dituntaskan saat kongres luar biasa pada Agustus mendatang,” ungkap juru bicara FFA tersebut.



Kabar ini cukup mengejutkan mengingat Australia beralasan tidak adanya tim-tim di kawasan Oseania yang bisa mengimbangi mereka, sehingga memilih keluar dari konfederasi sepakbola Oseania (OFC) pada 1 Januari 2006, dan bergabung dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC).

Selain itu, Australia juga diundang federasi sepakbola Asia Timur (EAFF) untuk ambil bagian di turnamen mereka pada tahun ini. Ajakan itu diterima terbuka oleh FFA. Australia sepertinya memilih berkompetisi dengan negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

“Australia diundang untuk berpartisipasi di Piala EAFF tahun ini. Jika diundang lagi, kami akan kembali menerimanya, dan berpartisipasi di kompetisi itu. Untuk saat ini, kami tidak akan mengikutkan tim senior di Piala AFF. Namun Australia berkomitmen ikut di turnamen junior dan futsal AFF,” kata sang juru bicara FFA dikutip Reuters.

"Bergabung ke AFF bisa meningkatkan standar kompetisi, sehingga berpotensi membantu negara-negara lainnya seperti Indonesia untuk lebih berkembang sepakbolanya."

@Paddy_Higgs, pemimpin redaksi GOAL.com Australia

Dari pernyataan itu, bergabung dengan AFF dijadikan kesempatan bagi Australia untuk mengasah pemain muda, sebelum berlaga di ajang lebih tinggi. Hal ini diakui pemimpin redaksi GOAL.com Australia Paddy Higgs.

“Tim-tim Australia, terutama untuk tim remaja, perlu pertandingan sebanyak mungkin, dan kalau pindah ke AFF bisa memberikan pengalaman seperti itu, berarti keputusan [untuk bergabung ke AFF] adalah yang tepat. Fans sepakbola Australia menyadari kegagalan pemain-pemain sekarang untuk mencapai prestasi karena telah ditinggalkan oleh 'generasi emas', jadi perhatian terhadap pembinaan remaja harus mengatasi hal tersebut,” tutur Higgs.

“Ini juga bisa membuka kesempatan untuk rekrutmen di liga domestik. A-League mengalami kesulitan dalam memanfaatkan aturan 3+1. Jadi apabila pemain dari Asia Timur semakin terlihat oleh pelatih-pelatih klub, terbukalah peluang untuk menambah rekrutmen dari negara-negara peserta AFF.”

“Reaksi di Australia sejauh ini bercampur aduk. Beberapa pihak mempertanyakan standar sepakbola Australia yang cenderung dihadapi. Biaya yang dilibatkan perlu disorot juga. Tapi kebanyakan setuju bergabung ke AFF bisa menguntungkan tim-tim junior.”

"Masuk akal juga untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, sebagai negara tetangga terdekat Australia di AFC. Bergabung ke AFF bisa meningkatkan standar kompetisi, sehingga berpotensi membantu negara-negara lainnya seperti Indonesia untuk lebih berkembang sepakbolanya."


"Australia bisa menjadi lawan yang bagus, karena kita bisa memetik banyak keuntungan. Biasakan tim nasional berhadapan dengan tim berkualitas."

- Luis Manuel Blanco, pelatih tim nasional Indonesia

Di lain sisi, bagi negara-negara di kawasan ASEAN, terutama Indonesia, kehadiran Australia akan menguntungkan mereka. Banyaknya pemain negeri Kanguru yang tampil di Liga Primer Inggris mau pun klub-klub papan atas Asia bisa menjadi pelajaran bagi para pemain di region ini.

“Saya lebih suka jika Indonesia berhadapan dengan tim-tim tangguh. Indonesia tidak seharusnya berhadapan dengan tim-tim yang berada di level di bawah, atau sama. Australia bisa menjadi lawan yang bagus, karena kita bisa memetik banyak keuntungan. Biasakan tim nasional berhadapan dengan tim berkualitas,” tutur Luis Manuel Blanco, pelatih timnas senior.

Apa yang diucapkan Blanco bisa diterima. Walau kompetisi domestik menjadi penentu bagus-tidaknya performa timnas senior, melawan tim tangguh seperti Australia secara reguler, setidaknya dua tahun sekali, turut membantu mengangkat kualitas pemain-pemain Indonesia.

Para pemain bisa mempelajari apa yang diperlihatkan timnas Australia yang berisikan pemain berkualitas, mengingat hal seperti langka dialami timnas senior. Dengan bergabungnya Australia, maka mau tak mau mereka harus mengirimkan kekuatan terbaiknya saat berlaga di Piala AFF, dan bukan lagi pemain lapis kedua.


Menurut Anda, para pembaca GOAL.com Indonesia, apakah bergabungnya Australia ke AFF akan memberikan keuntungan bagi Indonesia, dan negara ASEAN pada umumnya? Sampaikan pendapat Anda melalui kolom yang tersedia di bawah ini, dan jangan lupa untuk mengikuti polling mengenai bergabungnya Australia ke AFF...

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Tendangan Bebas

Terkait