thumbnail Halo,

Jafri Sastra memuji penampilan luar biasa Jandia saat lawan Kitchee.


LIPUTAN  RIZAL MARAJO     DARI  PADANG    

Jandia Eka Putra, kiper utama Semen Padang FC, kembali menjadi buah bibir. Itu tak terlepas dari penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang SPFC saat mengalahkan Kitchee SC 2-1 dalam lanjutan AFC Cup 2013, Selasa (2/4) di Mongkok Stadium.

Dalam pertandingan itu, kiper kelahiran Padang 14 Juli 1987 ini membuat beberapa kali penyelamatan gemilang, sehingga gawang "Kabau Sirah" terhindar dari kebobolan.

Untuk penampilan apiknya itu, Jandia diganjar sebagai man of the match oleh situs AFC.com. Bahkan, media-media Hong Kong memberi apresiasi yang tinggi untuknya. Beberapa harian negara Commonwealth itu memajang foto aksi heroik Jandia sebagai headline.

"Jandia tampil sangat luar biasa, dia bereaksi sangat tepat untuk membuat penyelamatan dalam situasi yang sulit. Ini tentu sebuah nilai plus bagi seorang penjaga gawang, sekaligus menunjukan kualitasnya," ujar pelatih Semen Padang Jafri Sastra kepada GOAL.com Indonesia, Kamis (4/4).

Selain reaksi dan memiliki reflek yang bagus, kelebihan kiper berambut panjang ini, menurut Jafri, adalah posturnya yang ideal dan proporsional untuk seorang kiper. Salah satunya, karena ukuran body dan kakinya yang sangat ideal.

"Kelebihan lain dia mempunyai cengkraman yang kuat, sehingga penguasaanya terhadap bola sangat bagus," imbuh Jafri.

Menanjaknya Jandia, tentu tak terlepas dari gemblengan pelatih kiper Semen Padang, Zulkarnain Zakaria yang bisa mencium potensinya, sejak tiga musim lalu bergabung dengan SPFC setelah memperkuat PSP Padang.

Saat itu Zul berani memberi garansi kepada manajemen tim untuk tidak merekrut kiper lain sebagai pelapis Samsidar saat SPFC berlaga di kompetisi ISL 2010/11. Dia bersikukuh bisa menggembleng dan menjadikan Jandia sebagai kiper yang pantas melapis kiper utama.

Usaha dan kerja keras Zul tak sia-sia, musim berikutnya di IPL 2011/12, Jandia sudah mendapat porsi main yang seimbang dengan Samsidar. Setelah musim ini Samsidar hengkang, Jandia memastikan diri sebagai "portiere" nomor satu SPFC. Dia menjawabnya dengan penampilan gemilang.

Zul juga pernah menyebutkan, Jandia adalah kiper yang berpotensi menjadi kiper timnas masa depan. Selain postur yang ideal, secara teknis kemampuan jandia sebagai kiper sudah cukup komplit. Hanya tinggal mengasah, memoles dan mematangkannya.

Di timnas, Jandia sebenarnya dalam satu tahun terakhir sudah mulai berkiprah. Dia masuk timnas dalam turnamen Al Nakbah di Palestina pertengahan tahun lalu, meski belum sempat mencicipi debut.

Paling anyar dia dipanggil seleksi timnas untuk menghadapi Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015 beberap waktu lalu di Jakarta. Sayang, duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago masih terpukau dengan kiper-kiper ISL, seperti Kurnia Meiga, I Made Wirawan, dan Samsidar. (gk-33) 


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait