thumbnail Halo,

Didik memiliki program latihan fisik yang 'menyeramkan' sama halnya seperti yang dilakukan oleh Janu.


LIPUTAN     HAMZAH ARFAH   DARI     LAMONGAN    
 
Sosok Miroslav Janu memang sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu, namun figur kepelatihannya sampai kini masih tertancap kuat di lingkup Persela Lamongan. Mendiang pelatih berkebangsaan Slovakia tersebut, ternyata juga menginspirasi caretaker Persela saat ini Didik Ludiyanto, dalam hal melatih.

Hal itu sendiri cukup wajar, karena Didik memang pernah bekerjasama dengan Janu, tepatnya pada musim 2011/12. Kala itu Persela diarsiteki oleh Janu, dengan dibantu oleh Didik, Tony Ho, dan Herman Kadiaman sebagai asisten pelatih. Walhasil, untuk kali pertama mereka mampu menembus posisi lima besar Indonesia Super League (ISL). Bersama Janu, Persela berhasil finish di peringkat keempat.

"Ketika Janu melatih Persela, ia kerap kali menggenjot pemain dengan porsi latihan fisik yang keras dan berat. Slogannya, mending capek di latihan daripada capek di pertandingan. Dan hasil latihan fisik yang diterapkan Janu, memang sukses memberi manfaat yang besar bagi para pemain," kata Didik Ludiyanto kepada GOAL.com Indonesia.

Bermula dari apa yang diterapkan Janu inilah, Didik mengaku terinspirasi untuk mengadaptasi pemikiran dan tindakan Janu dalam melatih. Didik pun memiliki program latihan fisik yang 'menyeramkan' sama halnya seperti yang dilakukan oleh Janu, namun dengan versi yang berbeda menurut pengembangan dari Didik.

"Porsi latihan fisik yang saya terapkan berbeda dengan yang diterapkan Janu, tapi tujuannya tetap sama. Yakni memperbaiki stamina pemain agar lebih bagus. Latihan fisik, sekeras apa pun harus dilakoni oleh semua pemain. Mereka harus bisa profesional, dan ini sudah tampak pada pemain Persela. Toh latihan fisik ini juga demi kebaikan para pemain," terangnya.

Bahkan, ungkap Didik, pemain senior sekaligus kapten tim Gustavo Fabian Lopez, sangat mendukung program latihan fisik seperti ini. Seharusnya latihan fisik ini dilakukan secara rutin, demi menunjang kebugaran stamina. "Para pemain ketagihan dengan latihan fisik seperti ini," sambungnya.

Dijelaskan oleh Didik, model latihan fisik ini adalah pemain berlari mengitari lapangan sembilan kali dalam waktu 12 menit, yang dilakukan sebanyak tiga kali. Kemudian dilanjutkan dengan penguasaan bola.

"Usai berlari mengitari lapangan, ada jeda istirahat, kemudian pemain langsung melakukan penguasaan bola. Dari sini terlihat, tingkat kefokusan passing dan pergerakan para pemain dalam kondisi capek. Makin fokus pemain, maka makin bagus fisiknya. Latihan ini pernah saya terapkan saat menjabat sebagai pelatih kepala Persela U-21, dan hasilnya memuaskan, kami merebut juara ISL U-21," jelasnya.

Selain itu, Didik akan menambahkan porsi latihan fisik dengan mewajibkan pemain mengikuti fitnes. Ini demi menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh para pemain, untuk melakoni ketatnya kompetisi.

"Untuk menggenjot performa pemain di lapangan, pemain juga saya beri program latihan fitness. Ini berguna untuk menjaga stamina mereka agar tetap prima dalam menyongsong ketatnya kompetisi,” pungkasnya.

Mantan arsitek Persela U-21 ini berharap, program latihan fisik yang ia terapkan kepada para pemain selama ini mampu menuai hasil maksimal. Dan bukti terdekat adalah, kala meladeni tantangan Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Surajaya Lamongan, pada Rabu (27/3) mendatang. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait