thumbnail Halo,

Mengaku hanya memoles tim nasional pada duel melawan Arab Saudi saja, Jacksen F Tiago tidak menutup kemungkinan kembali ke skuat Garuda di masa depan.


EKSKLUSIF   BIMA SAID   

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago bersama juru taktik Arema Indonesia Rahmad Darmawan mendapat kepercayaan untuk memberi komando di sisi lapangan saat skuat Garuda menjamu Arab Saudi pada laga lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015, Sabtu (23/3) malam WIB.

Di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan tim, pemimpin redaksi GOAL.com Indonesia Bima Said berhasil mendapat kesempatan wawancara secara eksklusif. Pelatih asal Brasil ini bercerita banyak hal mulai dari formasi, analisa terhadap kekuatan lawan hingga membicarakan pemain Persipura dan dampak positif kehadiran pemain naturalisasi di Indonesia.

Di bagian pertama wawancara, Jacksen berbicara soal kekuatan tim melawan Arab Saudi termasuk menuturkan kemungkinan formasi dan pemain yang bisa diandalkan pada pertandingan maha berat besok. Tidak ketinggalan Jacksen juga membeberkan dua rencana besar dalam karirnya sebagai pelatih.


Kehadiran coach Jacksen F Tiago di timnas:


Cuma satu pertandingan saja. Tanggal 24 [Maret] saya harus balik ke Jayapura lagi. Ini cuma peminjaman saja sampai tanggal 23 Maret, hingga pertandingan melawan Arab Saudi saja.

Rencananya saya kembali ke Persipura dan melanjutkan masa kontrak saya. Tapi saya berharap sewaktu-waktu nanti bisa kembali ke sini, kalau bisa di saat sepakbola Indonesia lebih kondusif lagi, tidak seperti sekarang ini. Tapi untuk sekarang ini, selesai satu pertandingan saya balik ke Jayapura.

Saya tidak tahu mengenai coach RD, tapi kalau tidak salah nantinya tetap [Luis Manuel] Blanco saja, karena sampai saat ini sebenarnya dia tidak dipecat. Tetap Blanco yang melatih timnas nanti.

Mengenai latihan dan formasi:

Meiga
Supardi - Igbonefo - Hamka - Ruben
Bustomi - Manu Wanggai
Ridwan - Greg - Boas
SVD

Ada beberapa kemungkinan. Pak Rahmad belum memastikan yang mana yang lebih tepat. Kita diskusi terus, dan waktu sangat singkat jadi kita harus melakukan beberapa simulasi tapi kepastiannya besok pagi.

Kemungkinan pak Rahmad cenderung ke 4-2-3-1 itu atau 4-4-2. Selama latihan kita menggunakan 4-2-3-1 dengan variasi 4-4-2, karena Greg sering maju ke depan.

Saya tidak suka pola. Buat saya, pola hanya nomor saja yang digunakan untuk menggambarkan posisi tim kita, tapi fleksibilitas dalam permainan sangat tinggi dan yang bisa menentukan pola itu adalah kinerja tim. Tetap 11 lawan 11 tapi yang membuat formasi itu berhasil adalah kinerja dari pemain di lapangan, kinerja yang sesuai dengan kebutuhan tim sehingga kita bisa meraih hasil maksimal.

Tentang Arab Saudi:

Mereka sangat luar biasa. Bahkan seandainya mereka tidak bagus, pertandingan ini akan berat sekali, karena dari segi persiapan kita belum maksimal. Secara teknis mereka jauh di atas kita. Katanya, dalam sejarah sepakbola, Indonesia belum pernah mengalahkan Arab Saudi. Apalagi kita ini dalam kondisi seperti saat ini.

Yang bisa membuat perbedaan saat ini adalah dari segi psikologis. Karena teknis, taktis, saya rasa Saudi itu sangat luar biasa. Tapi sentuhan psikologis bisa membuat perbedaan dalam pertandingan nanti. Pengorbanan, kerja keras, dan keberuntungan.

Tapi atmosfirnya sudah sangat mendukung. Itu luar biasa.

Pemain harapan:

Sergio, itu jelas. Greg, Boaz, Victor. Ada banyak lagi seperti [Ahmad] Bustomi, Imanuel Wanggai. Lawan Arab Saudi harus menjadi permainan kolektif, dan di situ peran Bustomi diharapkan menjadi penting.


Tentang pemain-pemain Persipura di timnas:

Kalau kita mau fair, Manu [Wanggai] dalam beberapa tahun terakhir sudah berkembang pesat. Ruben [Sanadi] di Pelita, Ian Louis Kabes, Boaz [Solossa] apalagi. Sebenarnya di Persipura itu kalau mau bicara fair, dalam pandangan saya, dikatakan dalam tiga tahun terakhir Imanuel Wanggai, Ian Kabes, Ricardo Salampessy dan Boaz itu mutlak masuk timnas.

Apakah mereka masuk starting lineup, itu tergantung diskusi pelatih nanti. Kita serahkan semua kepada pak Rahmad karena beliau yang jadi penentu di sini, saya cuma membantu beliau dengan informasi yang saya punya, semaksimal mungkin.

Kalau bicara Persipura, enam pemain itu punya kemampuan untuk tembus skuat inti, tapi semuanya tergantung oleh skema yang ditentukan pelatih. Kalau untuk Persipura, saya menentukan skema, tapi di sini kita bersama sehingga kita harus melihat apakah mereka cocok dengan skema yang dikembangkan pak Rahmad besok.

Masa depan coach Jacksen F Tiago di Persipura:

Cita-cita saya untuk bisa melatih timnas Indonesia. Semua pelatih mempunyai cita-cita untuk menjadi bagian dari timnas sebuah negara, apalagi saya. Saya sudah beberapa tahun membangun tujuan saya yang sebenarnya. Ada dua target besar, yaitu yang pertama untuk melatih klub di luar Indonesia, dan kedua kembali dari luar untuk melatih timnas Indonesia, dengan situasi yang sudah berkembang.

Kalau rencana saya, saya pergi ke luar negeri dan dapat pengalaman lebih, lalu berprestasi, dan akhirnya kembali ke Indonesia untuk menjadi bagian dari timnas Indonesia. Rencana saya seperti itu supaya pengalaman internasional, kematangan, dan dari segala sudut saya bisa lebih kokoh dulu [sebelum mengambil bagian dari timnas Indonesia].

Ada peluang dari negara-negara Arab. Hubungan Arab dengan Brasil itu lebih kental dan banyak sekali pelatih Brasil yang bekerja di sana juga.


Untuk di negara tetangga seperti Thailand dan Australia, saya tidak tahu, tapi saya harus realistis. Saya tahu bukan cuma kemampuan saya yang menentukan, tapi juga faktor warna kulit juga menentukan dalam dunia kepelatihan. Itu wajar, kita semua tahu, bukan rasisme tapi ada pandangan terkotak-kotak, makanya bukan cuma persoalan kemampuan saya sebagai pelatih juga.

Calon pengganti di Persipura:

Sekarang ini kita siapkan Cris Leo Yarangga [kini asisten pelatih Persipura] untuk masa yang akan datang. Di Persipura suatu saat dia bisa menggantikan peran saya. Tapi hal itu dikembalikan ke manajemen Persipura. Untuk sementara ini belum ada wacana ke depan karena secara pribadi saya tidak punya keinginan untuk meninggalkan Persipura dalam waktu dekat ini.

Saya sebenarnya merasa kagum dengan Sir Alex Ferguson yang begitu lama bertahan di Manchester United. Malah saya sebut pelatih terbaik dunia, ya boleh dikatakan Ferguson, karena dia begitu lama di sana dengan prestasi yang tidak begitu turun. Saya rasa dia itu panutan saya dan saya akan berusaha melakukan itu di Persipura.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait