thumbnail Halo,

Herman Batak mengaku sulit meninggalkan PSMS.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Penjaga gawang PSMS Divisi Utama PT Liga, Herman Batak, belum menentukan keputusan apakah akan tetap bersama PSMS atau hijrah ke klub lain.

Herman Batak sudah tidak memperkuat Ayam Kinantan, julukan PSMS, dalam tiga laga terakhir di putaran pertama, melawan PSAP, Persih dan Persisko. Dan, tidak ikut latihan bersama Afan Lubis dkk. Hal ini tengarai karena dirinya kecewa tidak mendapatkan haknya sesuai yang sudah dijanjikan.

Namun, dia mengakui sebagai anak Medan, sulit meninggalkan PSMS.

"Dari hati kecil saya, namanya anak Medan pasti mau bela PSMS dan tetap mau berada di tim ini. Karena secara status dan kontrak saya masih bersama PSMS. Tapi di hati besar ingin cari yang lain, karena faktanya keluarga butuh makan, anak butuh biaya pendidikan," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

Dia mengurai tak ikut latihan dan akhirnya tidak dibawa dalam tiga laga akhir di putaran pertama, lantaran kondisi hati yang tidak tenang.

"Dengan kondisi dongkol [kesal dan kecewa],  latihan dan tanding pun enggak konsentrasi. Makanya, saya milih enggak latihan kemarin," ungkapnya.

Dia semakin galau dengan kondisi tim yang krisis finansial plus tidak menemukan pernyataan dari pengurus yang menyejukkan hati.

"Asal ditanya kepada ketua umum [Indra Sakti Harahap], jawabannya selalu enggak pernah masuk akal. Kok kesannya pelatih dan pemain yang sangat berhasrat untuk PSMS," jelasnya.

Dia menampik disebut tidak mengerti dan memahami situasi tim. Sebagai pribadi yang blak-blakan Herman mengaku kecewa lantaran sejak awal kepulangan ke Medan niatnya untuk bersama PSMS di tangan orang baru, ketua umum baru. Apalagi saat di awal, dirinya cukup senang karena niat pengurus mengumpulkan pemain-pemain Medan dalam satu tim. Dan, yakin PSMS berubah menjadi klub berbeda dari sebelumnya.

Namun, menurutnya, sebagai pemain hak dan kewajiban harusnya tetap sejalan beriringan.

"Ketum bilang enggak ada sponsor, lah pemain kan enggak mau tahu soal itu.  Ketika pemain teken kontrak yang saya tahu hak dan kewajiban pemain adalah latihan dan bertanding. Tapi kenyataannya enggak begitu. Lagipula saya tetap main saat PS Bengkulu dan PS Bangka," tuturnya.

"Saat ini, saya masih menunggu seperti apa nantinya. Saya masih ingin di PSMS, tapi jika kondisinya sama saya ingin cari klub lain karena saya punya keluarga yang harus dinafkahi," pungkasnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait