thumbnail Halo,

Arema IPL bakal mengajukan ke jalur hukum jika dihapus, sementara Arema ISL akan amanah menjalankan hasil KLB yang disaksikan FIFA dan AFC.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Rapat Kongres Luar Biasa (KLB) yang memutuskan unifikasi liga musim depan nampaknya tidak bisa diterima begitu saja, salah satunya adalah Arema IPL.

Sebelumnya, hasil KLB menyatakan jika dalam unifikasi kompetisi tertinggi, akan ada 18 klub Indonesia Super League (ISL) digabung dengan empat klub Indonesian Premier League (IPL) pada 2014. Ke-22 tim ini akan didegradasi empat saja di musim berikutnya untuk mencari 20 tim di kasta elit.

Sementara bagi Arema IPL, tim yang bermain di stadion Gajayana itu memang tidak bisa ikut kompetisi jika mengacu kepada presentasi yang dilakukan oleh Joko Driyono yang hanya 'menginginkan' kompetisinya. Joko memberikan usulan jika empat tim tambahan dari IPL adalah Persiba Bantul, Persijap Jepara, Semen Padang, dan Persiraja Banda Aceh. Meski belum fix, pihak Arema IPL sudah buka suara terkait hasil KLB.

"Kita memang belum mengetahui hasil selengkapnya dari KLB, namun seandainya Arema IPL dihapus karena ada dualisme, maka kita akan siapkan jalur hukum," kata Erpin Yuliono, pengacara Arema IPL, kepada GOAL.com Indonesia.

Meski demikian, Arema IPL nampaknya bakal mengikuti kompetisi sampai akhir karena memang belum ada keputusan resmi terkait dengan 'jatah' IPL akan diberikan kepada siapa. Terbukti, sore ini, Selasa (18/4), anak asuh Abdulrahman Gurning ini menjalani latihan seperti biasa di Lapangan Tunjung Sekar Kota Malang.

"Saya tidak akan berkomentar tentang itu [hasil KLB], kan masih belum ada keputusan dari pengelola kompetisi kita," ungkap manajer Arema IPL Haris Fambudy saat menemani timnya latihan.

Sementara itu, respon berbeda diberikan oleh tim Arema ISL. Tim yang bermain di stadion Kanjuruhan ini merasa senang karena KLB sudah tuntas dan menghasilkan sesuatu yang membuat Indonesia terbebas dari sanksi yang diberikan oleh FIFA.

"Kita syukuri Indonesia sudah terbebas dari sanksi karena kongres kemarin. Tentang hasilnya sudah jelas jika kita akan tetap bermain di kompetisi ISL, kompetisi yang sudah kita ikuti semenjak lama," kata Sudarmaji media officer Arema ISL.

Arema ISL yang saat ini berada diperingkat kedua klasemen sementara ISL memang sangat berpeluang ikut kompetisi unifikasi yang menjadi satu-satunya kompetisi tertinggi. Dengan asumsi tidak degradasi, maka harapan Arema ISL akan tetap ada.

"Kita sejak dulu memang konsisten di kompetisi ISL, hingga nanti unfikasi yang bakal mempersatukan Indonesia, sekarang kita tinggal sama-sama fokus untuk memajukan sepakbola Indonesia. Semoga amanah KLB bisa berjalan dengan konsisten dan semua pihak menghargai keputusan tertinggi KLB karena sudah disaksikan langsung oleh FIFA dan AFC," tutup Sudarmaji. (gk-48)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.