thumbnail Halo,

Asisten pelatih Persija Sudirman mengakui pemain belum bisa keluar dari tekanan mental.

Hasil buruk yang membuat Persija Jakarta makin terpuruk. Persija berharap laga melawan Persepam Madura United menjadi momen kebangkitan. Namun yang terjadi justru kebalikannya. Menjamu tim promosi dalam laga usiran Indonesia Super League (ISL) di Stadion Manahan, Solo, Kamis (14/3), Persija kembali dipaksa menyerah 3-0.

Ini menjadi hat-trick kekalahan Macan Kemayoran yang kembali tidak didampingi pelatih Iwan Setiawan. Sebelumnya, mereka dikalahkan Persib Bandung 3-1 dan Persela Lamongan 2-1. Kekalahan dari Persepam menjadikan Persija kembali ke dasar klasemen ISL. Mereka menggantikan posisi Persidafon Dafonsoro.

Asisten pelatih Persija Sudirman mengakui pemain belum bisa keluar dari tekanan mental. Akibatnya, mereka terbebani dan sudah merasa takut kalah. Ismed Sofyan dkk memang sempat menekan lawan di menit-menit awal. Namun, serangan mereka tak ada yang membuahkan hasil.

"Tekanan terhadap Persija berpengaruh pada mental pemain. Akibatnya, mereka seperti takut kalah. Dan, akhirnya itu yang terjadi." kata Sudirman.
 
Dalam laga itu, kapten Persepam Zaenal Arif memborong dua gol. Sedangkan satu lagi dicetak Ishak Djober. Persija makin sulit mengejar ketinggalannya karena harus bermain dengan 10 orang menyusul diusirnya Defri Riski menit ke-77. Sudirman pun menerima kekalahan timnya. Dia tegaskan yang bertanggung jawab atas kekalahan itu.

"Meski demikian, penampilan tim sudah bagus, terutama di babak pertama. Pemain sudah berusaha maksimal. Kekalahan ini merupakan tanggung jawab saya. Sedangkan Gol-gol lawan disebabkan pemain belakang kami gagal mengantisipasi bola sundulan," jelasnya. (gk-51)

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:

Goal Rich List - 50 Pesepakbola Terkaya Dunia 2013
GALERI: The Goal Rich List - 50 Pesepakbola Terkaya Dunia 2013

Terkait