thumbnail Halo,

Menpora menilai terdapat sejumlah kejanggalan dari notula rapat exco yang dibawa rombongan Sihar.


OLEH    DONNY AFRONI

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo meragukan keabsahan notula rapat komite eksekutif (exco) PSSI pada 7 Maret 2013 mengenai jumlah pemilik suara (voter) yang dibawa Sihar Sitorus dan kawan-kawan.

Menjelang bergulirnya kongres luar biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret 2013, muncul dua surat mengenai voter. Notula rapat exco yang diusung Sihar berisi daftar nama 18 18 pengurus provisi (pengprov). Daftar itu berbeda dengan yang diumumkan anggota tim verifikasi Sefdin Saefuddin, dan sudah ditandatangani ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein dalam bentuk surat keputusan (SK).

Dalam SK bernomor SKEP/32/JAH/III/2013 tentang daftar voter KLB PSSI tertanggal 17 Maret 2013, 100 pemilik suara diklaim merupakan peserta sah KLB. Namun, 16 nama pengprov di SK itu berbeda dengan isi notula rapat exco.

“Ketika beberapa exco itu datang menunjukkan notula rapat, pak Djohar juga hadir. Tapi pak Djohar mengaku menandatangani surat di bandara, dan tidak berbentuk dalam format notula seperti itu,” ungkap Roy.

“Terus terang, saya meragukan notula itu. Setelah saya lihat lagi, ada keanehan di notula itu. Di belakang ada tujuh tanda tangan, tapi di setiap halaman ada lima paragraf. Berarti ada dua yang tidak paraf. Itu cacat hukum.”

“Yang menarik, tiba-tiba salah satu exco menambahkan tanda tangan lagi di situ juga, dan saya curiga tidak ada rapat yang sebenarnya. Setelah saya tanyakan rapatnya kapan, mereka menyebut tanggal 7, tapi tidak dilakukan di kantor PSSI. Kalau rapat, seharusnya di kantor PSSI.”

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait