thumbnail Halo,

Mengenai siapa yang nanti bakal diplot untuk menggantikan peran Gustavo Lopez, Didik mengaku belum berani memastikannya.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI    LAMONGAN    

Laga berat akan dilakoni skuat Persela Lamongan, kala menantang tuan rumah PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Sabtu (16/3) mendatang. Pasalnya, selain tengah diuji mental bertandingnya pasca merengkuh dua kali kemenangan, Persela dipastikan takkan bisa diperkuat oleh Gustavo Fabian Lopez dalam laga tersebut.

Pemain berkebangsaan Argentina itu, harus absen karena sanksi akumulasi kartu. Ini tentu saja sebuah sinyal berbahaya bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut, karena selama ini Gustavo yang berposisi sebagai playmaker, bisa dibilang sebagai ‘roh’ permainan dari skuat Persela.

“Memang benar, Gustavo Lopez absen saat kami menghadapi PSPS. Tapi bagaimanapun juga, kami harus siap. Ada empat pemain yang sudah kami siapkan, untuk menggantikan peran Gustavo Lopez pada laga nanti di antaranya, Catur Pamungkas, Fandi Eko Utomo, Oh Inkyun, dan Radikal Idealis,” terang caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto kepada GOAL.com Indonesia.

Mengenai siapa yang nanti bakal diplot untuk menggantikan peran Gustavo Lopez, Didik mengaku belum berani memastikannya. Ia mengatakan, masih memantau perkembangan keempat pemain itu, sebelum skuat bertolak menuju Pekanbaru.

“Mereka semua sudah saya coba satu per satu, dan kini tinggal pemantapannya saja. Jadi siapa yang paling siap, itulah yang akan saya turunkan di starting line up lawan PSPS nantinya,” tandas pria yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Persela tersebut.

Sementara saat disinggung mengenai peluang menghadapi PSPS, Didik optimis anak asuhannya bisa mencuri poin. Hal itu didasarkan atas kekalahan PSPS di kandang sendiri, ketika menghadapi wakil Jawa Timur lainnya, Persepam Madura United (P-MU) dengan skor tipis 1-0.

“Jika Persepam saja bisa mengambil poin dari kandang PSPS, kenapa kami tidak? Jadi, tentunya peluang itu ada, asalkan para pemain mau kerja keras dan tampil disiplin. Yang terpenting, kami harus optimistis bisa mewujudkannya,” jelasnya.

Sementara itu, prestasi gemilang yang diukir oleh Didik sebagai caretaker di dua pertandingan Persela, membuat manajemen Laskar Joko Tingkir jatuh hati. Merekapun kembali mempercayakan tampuk pimpinan skuat kepada Didik kala menantang PSPS, dan mengaku tak terlalu terburu-buru dalam menentukan pelatih kepala baru.

"Beliau (Didik, red) tetap pelatih caretaker, dan Persela tidak perlu cari pelatih baru untuk sementara waktu, kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Untuk sementara, Persela kami percayakan kepadanya," tegas asisten manajer Persela Lamongan Yuhronur Effendi.

Status Didik yang masih sebatas caretaker lebih disebabkan, karena lisensi kepelatihan yang dimilikinya ‘kurang mencukupi’. Didik kini masih mengantongi Lisensi B kepelatihan, sedangkan PT Liga Indonesia selaku operator ISL menetapkan, pelatih kontestan ISL harus memiliki Lisensi A kepelatihan. (gk-43)


Goal Rich List - 50 Pesepakbola Terkaya Dunia 2013
GALERI: The Goal Rich List - 50 Pesepakbola Terkaya Dunia 2013

Terkait