thumbnail Halo,

Permintaan penundaan pertandingan sepakbola yang berpotensi ricuh, bukan merupakan usulan gubernur semata.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI    GRESIK    
 
Kerusuhan antara Aremania (suporter Arema) dengan Bonek (suporter Persebaya) yang terjadi tengah pekan kemarin, berbuntut panjang. Karena imbas dari kejadian tersebut, membuat jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) akan meninjau ulang izin pertandingan, yang akan diberikan di seluruh wilayah Jatim.

“Sudah banyak kerusuhan yang ditimbulkan oleh ulah suporter sepakbola. Sudah banyak pula nyawa yang melayang. Selain itu, sering kali masyarakatdibuat resah dan sangat dirugikan, akibat tindakan-tindakan anarkis mereka. Karenanya, kami akan mengkaji ulang secara total izin pertandingan sepakbola di seluruh Jatim,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib kepada GOAL.com Indonesia.

Menurutnya, pengkajian ulang yang dimaksud secara total itu adalah, termasuk pengkajian dari klub yang akan bertanding, tinjauan pihak panitia pelaksana pertandingan (Panpel), suporter, dan semua pihak yang terlibat dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Ia juga menegaskan, bila yang paling penting dalam hal peninjauan kembali ini adalah, peninjauan terhadap sistem yang ada pada setiap pertandingan sepakbola. Termasuk, yang berada di dalam maupun di luar lapangan. Supaya, semua ada pertanggungjawabannya, ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Suporter kan juga ada pengurusnya. Jadi, bisa dikaji secara detail terlebih dahulu, berapa orang yang bakal berangkat menyaksikan pertandingan, menggunakan kendaraan apa, dan berapa banyak menuju lokasi pertandingan, jalur dan rute yang bakal ditempuh mana saja, dan sebagainya. Jadi, semua harus dikaji secara total,” jelasnya.

Bila semua standart itu bisa terpenuhi, Hilman optimis, hal-hal negatif yang ada di sebuah pertandingan sepakbola akan bisa diminimalisir. Dengan kajian yang lengkap, masih kata Hilman, pengamanan juga bisa ditentukan dengan matang, mulai dari penentuan titik pengamanan, jumlah personil, serta koordinasi dengan instansi-instansi lain yang terkait dalam pengamanan tersebut.

“Karena itu, berulangkali kami menegaskan, bahwa Polda Jatim bakal melakukan peninjauan kembali terhadap semua perizinan pertandingan sepakbola yang ada di Jawa Timur. Bukan hanya di Surabaya, Gresik, Malang, atau kota-kota tertentu saja,” tandasnya.

Di lain kesempatan, Gubernur Jatim Soekarwo, juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Ediwan Prabowo, terkait situasi di Jatim pasca bentrokan antara Aremania dengan Bonek.

"Pertimbangan keamanan dan ketertiban di Jatim, harus didahulukan jika itu menyangkut kepentingan umum. Saya serahkan pertimbangan keamanan itu kepada Pak Kapolda dan Pangdam V/Brawijaya. Kalau ada potensi mengganggu kepentingan umum dan memicu bentrok suporter, mungkin Pak Kapolda bisa menunda pertandingan dulu," tegas Pakde Karwo-sapaan akrab dari Soekarwo.

Permintaan penundaan pertandingan sepakbola yang berpotensi ricuh, bukan merupakan usulan gubernur semata. Melainkan, hasil diskusi antara Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya.
"Kalau memang pertandingan itu mengganggu kepentingan umum, ya jangan dilaksanakan dulu. Apa itu istilahnya, mungkin seperti dilakukan moratorium begitu lah. Prinsipnya, kalau mengganggu ketertiban umum, ya keamanan harus didahulukan dari pada kepentingan-kepentingan yang lain," paparnya.

Mengenai isu sweeping kendaraan Plat N (nomor kendaraan Malang dan sekitarnya) dan Plat L (nomor kendaraan Surabaya), Gubernur telah memerintahkan Kapolres dan Bupati maupun Walikota se-Jatim, untuk melakukan tindakan pencegahan secara dini. (gk-43)


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait