thumbnail Halo,

Tiga Aremania dilepas setelah dijemput orang tuanya


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI    GRESIK    

Polres Tanjung Perak Surabaya masih menahan satu orang Aremania.  Sedang tiga lainnya dilepas setelah dijemput orang tuanya.  Aremania yang ditahan bernama Mohalli (24), warga Kedung Kandang, Malang.

Dia masih ditahan karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dengan ukuran lebih 35 cm dalam bentuk selongsong pipa besi warna hitam. "Kasus Aremania tetap proses dan masih kita tahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak," kata Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Lily Djafar.

Diterangkannya, Mohalli ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran hukum UU No 12 Lembaran Negara/DRT/1951 pasal 1 ayat 1 tentang kepemilikan senjata, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara 3 rekannya yang awalnya ikut dibawa ke Mapolres dan hanya bersaksi dan sudah diperbolehkan pulang. Ketiganya telah dijemput oleh orang tua masing-masing.

Sekadar diketahui, Mohalli berurusan dengan pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada hari Kamis (7/3) lalu. Ketika itu, bus yang mengangkut Aremania sedang terjebak kemacetan di Tol Dupak. Polisi datang dan mengarahkan ke jalur Lamongan. Tujuannya untuk menghindari bentrok dengan Bonek.

Tetapi sebelum mengarahkan ke jalur Lamongan, aparat melakukan penggeledahan. Pada saat itulah, ditemukan senjata tajam yang ternyata milik dari Mohalli. Dihadapan petugas, Mohalli mengaku sengaja membawa sajam untuk berjaga-jaga

Sementara itu,  sebanyak 19 warga dan suporter Persebaya, Bonek, dikenakan wajib lapor oleh Polrestabes Surabaya. Kesemuanya sempat ditahan usai ricuh antara Aremania, Bonek, polisi, dan warga di bawah Tol Surabaya-Gempol, Simo Gunung, Kota Surabaya, Kamis (7/3) malam.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto menyatakan, peristiwa tersebut mengakibatkan beberapa kendaraan yang melintas tol rusak karena terkena lemparan batu. Tidak hanya itu, ada truk dan kendaraan aparat kepolisian yang dibakar.

Sebanyak 19 orang yang mayoritas warga Simo ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi pengrusakan. Setelah menjalani pemeriksaan dan sempat ditahan semalam, mereka dilepaskan kembali.

"Sebanyak 19 orang yang kita amankan sudah kita pulangkan, sambil menunggu bukti otentik," kata Tri Maryanto.

Tri Maryanto menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya mencabut izin laga Persebaya. ”Untuk sementara laga pertandingan Persebaya akan kami cabut guna dikaji ulang, jadi pertandingan tidak digelar dalam waktu dekat ini. Namun semua tergantung situasi,” papar Tri.

Terkait penyerangan oleh suporter Arema, Aremania di daerah Simo, Surabaya, Kamis (7/3), warga Simo meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait, serta menelurkan pernyataan sikap.

Dalam prescon pada media, Minggu (10/3), diceritakan, saat kejadian, sebagian orang sedang bekerja. Secara tiba-tiba puluhan suporter beratribut biru turun dari tol dan melewati celah sungai yang tidak ada pembatas temboknya.

Tanpa babibu, mereka mengancam warga yang mayoritas perempuan. Kejadian ini memicu amarah warga. Warga lantas bereaksi dengan menghadang kepulangan rombongan Aremania. Tetapi hal ini direaksi keras polisi dengan membubarkan warga secara paksa, dengan memakai gas air mata.

"Padahal saat itu banyak ibu-ibu, baik itu yang sudah tua maupun yang menggendong anaknya. Mereka kaget dan panik sambil mengucek-ucek matanya karena perih gas air mata," ucap perwakilan warga Simo, Sidoaji, Minggu siang di Mess Persebaya.

Atas kejadian itu, warga Simo menelurkan empat pernyataan sikap. Pertama, mendesak kepolisian memproses secara hukum pelaku yang mengakibatkan keresahan warga. Kedua, menuntut dibentuknya tim investigasi mengusut lolosnya senjata tajam dalam kendaraan yang ditumpangi Aremania.

Ketiga, menindak anggota polisi yang tidak melakukan pencegahan saat sejumlah Aremania menyerang warga dan keempat menuntut koordinator Aremania tur Gresik bertanggung jawab. (gk-31)



GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait