thumbnail Halo,

Khusaeri menyatakan, para pemain tidak bertahan secara disiplin.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    

Untuk kesekian kali, Gresik United harus tertunduk lemas di hadapan pendukungnya sendiri. Tim yang kali ini menambah malu Laskar Joko Samudro di depan suporternya adalah Arema. Bermain di kandang sendiri Stadion Petrokimia, Kamis (7/3), Gresik United dikalahkan Arema dengan skor tipis 2-1.

Ini adalah kekalahan ketiga beruntun di kandang sendiri, atau kali kedua sejak ditinggal pelatih kepala Suharno yang dilengserkan dari jabatannya. Terkait hal ini, Khusaeri yang didapuk menjadi caretaker menggantikan posisi Suharno, mengelak dengan hasil yang didapat anak asuhannya kali ini.

“Kondisi internal tim yang sedang memanas, memang berdampak pada performa anak-anak di lapangan. Anda sendiri dan banyak lainnya pasti juga melihatnya. Tadi, anak-anak bermain di luar apa yang saya kehendaki. Banyak strategi yang saya instruksikan, tidak dijalankan dengan sempurna di lapangan. Permainan kamipun kacau di babak kedua,” kata Khusaeri kepada GOAL.com Indonesia.

Ia juga menambahkan, pada pertandingan ini para pemain bertahannya tidak bermain disiplin. Absennya Sasa Zacevic yang terkena akumulasi kartu, membuat lini belakang Gresik United keropos. Lan Bastian yang berduet dengan Park Chul Hyung, dengan ditopang oleh Khabib Syukron serta Supandi, tak mampu meredam ketajaman para penyerang Arema.

“Harus saya akui, lini belakang kami bermain jelek pada pertandingan ini. Mereka seperti tidak siap dengan pola-pola serangan yang dikembangkan oleh Arema,” jelasnya.

Pada laga ini, Gresik United harus tertinggal lebih dulu setelah Alberto ‘Beto’ Goncalves mencetak gol pada menit ke-20. Namun, Matsunaga Shohei mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada injury time babak pertama.

Petaka buat tuan rumah, terjadi enam menit jelang berakhirnya waktu normal. Di mana Cristian Gonzales yang sebelum kompetisi dikabarkan diminati oleh Gresik United, mampu membuat tertunduk pendukung tuan rumah. Lolos dari jebakan off-side, pemain yang akrab disapa El Loco itu sukses memperdaya Hery Prasetyo pada menit ke-84.

“Ini pertandingan yang tak mudah dan berjalan relatif seimbang, sebab Gresik juga memberikan perlawanan sengit. Beruntung, para pemain kami mampu memaksimalkan peluang yang ada dengan baik,” sahut pelatih Arema Rahmad Darmawan (RD).

Kekalahan ini, melengkapi derita sebelum-sebelumnya. Pasca ditekuk Mitra Kukar 3-1 di kandang sendiri, Gresik United terus mengais hasil kurang memuaskan. Kembali bermain home tiga kali secara beruntun, tak satupun poin dihasilkan. Kalah dari Pelita Bandung Raya (PBR) 0-1, disusul kalah dari Sriwijaya FC 4-3, dan terakhir kalah dari Arema 2-1.

Walhasil dengan hasil ini, Arema kini memimpin klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan donasi 24 poin. Sementara Gresik United terpuruk di peringkat kedelapan, dengan 13 poin dari sebelas laga. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait