thumbnail Halo,

Secara tersirat, kedua pelatih kecewa dengan kepemimpinan wasit karena dianggap tidak bisa mengatur pertandingan dengan baik.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
"Persema punya pemain muda yang bagus, mereka sangat cepat. Tatapi kami punya pengalaman bagaimana mengatur tempo permainan, sehingga bisa menang," itulah ucapan pelatih Persebaya Ibnu Grahan mengomentari hasil pertandingan Indonesian Premier League (IPL), Rabu (6/3).

Ibnu Grahan menjelaskan, laga di Malang selalu berat. Selain mengalahkan lawan, pemain juga harus mengalahkan dirinya sendiri untuk menang.

Mantan pemain Persebaya di era 1990-an itu menyesalkan sedikit recovery yang didapatkan anak buahnya.

"Dalam sepuluh hari kita bermain sebanyak tiga kali, menjadi sulit karena persiapan kita di kompetisi ini dilakukan selama seminggu. Kita memang pernah latihan sebelumnya, namun usai latihan juga vakum. Ketika melawan Persema saya sudah memberikan intruksi untuk tidak terpancing gaya cepatnya," ungkap Grahan.

Terkait dengan kekuatan Persema, Grahan sedikit bernostalgia, saat dirinya menjadi pemain. Persema dikenal sebagai klub perserikatan yang suka memakai anak muda. Tradisi yang mulai dikembalikan ini akan bagus jika dipertahankan, karena menurut Grahan, Persema akan kuat jika ditunggu dua atau tiga tahun lagi.

Di waktu yang sama, manajer Persebaya 1927 Saleh Hanifah mengatakan, permainan timnya sangat bagus, namun tidak bisa berkembang manakala kehilangan satu pemain di menit ke-38.

"Saya senang pemain kami bisa meredam kecepatan pemain Persema. Sementara tentang wasit, saat ini kita memang sulit untuk dipimpin dengan dengan sosok ideal, ada saja wasit yang tidak pas ketika memimpin pertandingan. Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak musim lalu dan saya mengakui jika memang dirugikan dengan kepemimpinan wasit," kata Saleh.

Sementara itu, pelatih Persema Slave Radovksi enggan bicara tentang wasit. Dia hanya bercerita pendek, yakni wasit hanya bagus di babak pertama namun kehilangan kontrol di babak kedua.

"Sama seperti musim lalu, saya tidak akan berkomentar tentang wasit. Kami punya pemain muda yang harus dibesarkan mentalnya meski keputusan wasit kadangkala tidak sesuai dengan aturan normal. Kondisi ini tentu menggangu pemain muda manakala kita terus-terusan menyalahkan wasit. Tetapi saya menggarisbawahi jika wasit tidak bisa mengontrol pertandingan di babak kedua," urai Slave.

"Kita punya banyak pemain muda, mereka punya banyak pemain yang berpengalaman, tetapi dalam menciptakan peluang tidak kalah, meski tidak berhasil menjadi gol," tutup pelatih yang berasal dari Makedonia ini menjawab pertanyaan GOAL.com Indonesia. (gk-48)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait