thumbnail Halo,
Rikzy Pellu Butuh Waktu Untuk Menjadi Hebat (Foto: Abi Yazid)

Simon McMenemy: Membangun Tim Muda & Hebat Tidak Bisa Instan

Rikzy Pellu Butuh Waktu Untuk Menjadi Hebat (Foto: Abi Yazid)

Abi Yazid

Simon McMenemy bercerita banyak tentang bagaimana cara mengembangkan bakat muda di Indonesia, terutama skuat Pelita Bandung Raya.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Separuh lebih pertandingan putaran pertama sudah dijalani oleh Pelita Bandung Raya [PBR], tim yang diakuisisi Bandung Raya dari Pelita Jaya ini masih belum menunjukkan performa hebat. Bahkan mereka cenderung angin-anginan dari laga satu ke laga lainnya.

Bermain sembilan kali, dengan dua kali menang, tiga kali seri dan empat kali kalah, PBR nangkring diposisi kesembilan klasemen sementara Indonesia Super Liga [ISL] dengan sembilan poin. Prestasi yang tidak terlalu baik jika dilihat dari target manajemen sebelum memulai kompetisi yaitu dipapan atas.

"ISL adalah liga yang berat, kita tidak bisa menghakimi seseorang ataupun tim dari sembilan pertandingan yang sudah dilalui. Liat dulu latar belakang tim itu seperti apa, bagaimana pemainnya dan lain sebagainya. Saya menerima pekerjaan ini sebagai sebuah tantangan yang menarik untuk diselesaikan karena sekali lagi ISL adalah liga yang menarik namun berat," kata Simon McMenemy dalam jumpa pers pertadingan Arema melawan PBR menjawab pertanyaan dari GOAL.com Indonesia.

"Manajemen sebenarnya tidak memberikan target papan atas kepada kita, namun harus semakin membaik dari pertandingan kepertandingan lain, sejauh ini kami punya banyak pemain muda dan sedikit pemain senior, gabungan tim ini tidak bisa secara instan untuk berprestasi, semua butuh proses. Sama seperti tim-tim eropa yang tidak berprestasi ditahun pertama ketika mereka mengumpulkan pemain berbakat," lanjut pria berkebangsaan Inggris.

Untuk membangun tim bagus membutuhkan waktu 2-3 tahun. Hal ini juga berlaku kepada PBR, dengan materi yang ada semua akan berproses, tidak melihat dari sembilan laga yang sudah dilalui.

"Pemain muda akan belajar dari pertandingan yang sudah dilaluinya. Pembelajaran itu terjadi agar pemain tidak melakukan kesalahan. Sebagai contoh, kita hari ini [Kamis (28/2)] melawan Arema, ketika melawan tim ini, ada pelajaran bagaimana mengatasi rasa grogi tekanan suporter, mengawal predator kotak pinalti dan bertahan dari serangan bergelombang Arema tanpa melakukan kesalahan. Kemampuan menyerap pengalaman pemain muda inilah yang akan membuat mereka berkembang," urai Simon.

Harapan Simon?.

"Pemain Indonesia punya kemampuan bagus yang tidak kalah dengan pemain muda dibelahan dunia lain, tetapi untuk menjadi pemain yang matang mereka harus diurus dengan benar. Butuh setidaknya 2-3 tahun untuk mengembangkan mereka. Kita punya modal pemain berbakat, tinggal bagaimana mengelolanya. Saya tetap optimis PBR akan menjadi tim besar jika skuat ini tidak berubah kerangkanya," tutup Simon. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait