thumbnail Halo,

Zaenal Arief berharap, dua gol yang sudah ia ciptakan, mampu menjadi kran pembuka gol demi gol lainnya.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH      DARI     MADURA    
 
Secara perlahan namun pasti, Zaenal Arief mulai kembali menemukan ketajamannya sebagai predator di depan gawang lawan. Bergabung bersama tim promosi Indonesia Super League (ISL) musim ini Persepam Madura United (P-MU), striker berusia 32 tahun tersebut kini sudah mengemas dua gol.

Lesakan satu gol dilakukan Zaenal Arief, saat menyumbang kemenangan bagi P-MU menghadapi Persidafon Dafonsoro di Stadion Gelora Bangkalan Madura (9/2). Itu merupakan gol perdana Zaenal Arief, sejak berkostum P-MU. Laga yang terasa spesial, karena selain mampu mengemas gol perdana, pada pertandingan itu ia juga didapuk menjadi kapten tim, menggantikan posisi Tassio Bako yang masih dilanda cedera.

“Semua itu tak lepas dari peran pelatih, yang memberikan kepercayaan besar kepada saya menjadi kapten. Alhamdulillah, saya berhasil memimpin rekan-rekan untuk mempersembahkan kemenangan kepada pecinta Madura United,” ujar Zaenal Arief kepada GOAL.com Indonesia.

Dan satu gol lainnya, disumbang oleh Zaenal Arief kala menahan tuan rumah Persiba 3-3 di Balikpapan (23/2). Meski hanya berakhir imbang, namun hasil itu sudah disyukuri oleh skuat P-MU, karena itulah poin perdana tim berjuluk Laskar Sapeh Kerap tersebut di luar kandang di ajang ISL musim ini.

Zaenal Arief berharap, dua gol yang sudah ia ciptakan, mampu menjadi kran pembuka gol demi gol lainnya. Mantan punggawa Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persisam Samarinda itu optimis, bila dirinya akan kembali meraih gol demi gol pada laga-laga selanjutnya, karena kualitas para pemain P-MU lainnya saat ini juga mendukung.

“Di Madura United, banyak pemain berkualitas yang siap mendukung saya dalam mencetak gol. Perlahan, antar pemain juga sudah mulai terjalin komunikasi dan koordinasi yang bagus. Ini poin penting bagi saya untuk bisa terus mencetak gol, dan memberikan kemenangan berikutnya kepada tim,” sambungnya.

Dalam skema permainan P-MU yang dikembangkan oleh pelatih Daniel Roekito, Zaenal Arief dipasang sebagai penyerang berduet dengan Osas Saha. Pada dua laga awal, Daniel lebih suka memasang striker tunggal dengan memainkan Osas Saha sendirian di depan. Inilah yang membuat, Zaenal Arief selalu masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Persela Lamongan maupun saat away ke Papua.

Saat melawan Persidafon, penonton sempat kecewa dengan kerjasama yang belum terjalin rapi antara Zaenal Arief dan Osas Saha. Pasalnya, dalam beberapa kesempatan Osas terlalu bersikap individualis, dan dua kali tidak memberikan bola kepada Zaenal Arief yang telah melakukan pergerakan di ruang kosong.

“Tapi itu kemarin, kini koordinasi dan komunikasi saya dengan Osas sudah berjalan baik. Kami pun sudah siap mencetak gol demi gol, untuk memberikan kemenangan bagi Madura United pada laga-laga berikutnya. Siapa yang mencetak gol tidak masalah, yang terpenting adalah tim kami mampu memenangi pertandingan,” pungkasnya.

Saat ini, P-MU masih berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Mereka mengemas tujuh poin dari tujuh kali pertandingan, hasil dari dua kali menang, satu kali imbang, dan empat kali kalah. Pada laga selanjutnya, mereka akan bertindak sebagai tuan rumah menjamu pemuncak klasemen sementara Mitra Kukar, 3 Maret mendatang. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait