thumbnail Halo,

Krisis finansial yang melanda klub membuat persiapan mereka berantakan.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH      DARI    BOJONEGORO    
 
Kekalahan telak Persibo Bojonegoro 3-0 atas tuan rumah Yangon United di Stadion Youth Training Centre, Selasa (26/2) malam WIB, di ajang AFC Cup 2013. Rupanya tidak terlalu diratapi oleh Boromania-sebutan bagi suporter Persibo Bojonegoro. Mereka menilai, kekalahan itu pantas diterima, karena memang persiapan tim tidak dilakukan secara matang dan maksimal.

Beberapa suporter bahkan menyalahkan manajemen Persibo, karena dengan kondisi krisis finansial yang saat ini membekap tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut. Membuat klub belum bisa membentuk tim secara maksimal, dan terkesan ala kadarnya untuk dipaksakan berangkat ke Myanmar.

"Nggak apa-apa kita kalah, yang penting Persibo harus sportif. Dengan berangkat ke Myanmar, berarti Persibo telah menyelamatkan muka sepakbola nasional. Dan itu wajib dilakukan," ungkap Presiden Boromania Jasmo Priyanto, seperti dalam rilis yang dikeluarkan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Benar saja, dari 15 pemain yang dibawa Persibo ke Myanmar, hanya 12 pemain saja yang boleh dimainkan kontra Yangon United. Hal itu dikarenakan, tiga pemain lainnya dilarang bermain, karena terganjal masalah paspor dan perjalanan. Dengan kondisi demikian, praktis pelatih Persibo Gusnul Yakin, hanya memiliki starting line up plus satu pemain cadangan.

Para pemain yang diperbolehkan turun dalam laga tersebut di antaranya, Happy Kurniawan Dwi Putra (penjaga gawang), Tamsil, Juan Marcelo Cirelli, Han Ji ho, Tri Rahmad Priadi, Panggah Madyantara, Teguh Wahyu, Rendy Saputra, Edy Gunawan, Sigit Meiko, dan Wahyudi Hidayat. Sementara satu pemain yang mengisi bangku cadangan adalah, Bijahil Chalwa.

"Maklum saja karena tim belum terbentuk seratus persen, jadi masih belum padu. Kita berharap ada peningkatan setelah kekalahan ini. Kalah atau menang, kita tetap akan dukung Persibo," sahut salah satu suporter Persibo dalam akun facebook Persibo.

Bermain di kandang Yangon, gawang Persibo sempat ‘perawan’ pada babak pertama. Namun memasuki interval kedua, gawang tim kebanggaan warga Bojonegoro itu diberondong tiga kali oleh anak asuh Ivan Kolev. Tiga gol kemenangan Yangon, kesemuanya diborong oleh Kone Adema.

Sebelumnya, Gusnul juga tidak terlalu optimis dengan kiprah anak didiknya di pentas AFC Cup musim ini. Sebab, tim yang dilatihnya tengah dilanda krisis finansial, yang membuat semua persiapan menjadi kacau.

“Kami juga tidak yakin, apakah beberapa pemain bisa dimainkan, karena mereka memiliki masalah visa. Tapi kami akan tetap berusaha maksimal dengan keterbatasan skuat. Selain itu, tim ini bermaterikan pemain muda, dan saya kurang yakin mereka akan mampu bersaing di pentas AFC Cup kali ini,” ujar Gusnul sebelum laga kontra Yangon United dilaksanakan.

Pada laga selanjutnya, Persibo akan menjamu klub asal Maladewa New Radiant. Partai ini akan digelar di Stadion Manahan Solo (12/3), sebab Bojonegoro tidak mendapat ijin menyelenggarakan pertandingan di ajang AFC Cup. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait