thumbnail Halo,

Dia merasa reputasinya dicemarkan oleh klub lamanya di Lebanon.


EKSKLUSIF   ERIC NOVEANTO     PENYUSUN   M YANUAR F    

Mahmoud El Ali memberikan tanggapannya terkait sanksi skors seumur hidup dari dunia sepakbola yang dijatuhkan Federasi Sepakbola Asia Barat (WAFF) kemarin.

Sanksi tersebut diberikan setelah striker Persiba Balikpapan tersebut dianggap terlibat dalam skandal judi ilegal dan pengaturan skor di kompetisi domestik di Lebanon serta pertandingan timnas tahun lalu.

Selain El Ali, sedikitnya 24 pemain, sebagian besar merupakan punggawa tim nasional Lebanon, dan dua pelatih juga terkena sanksi yang bervariasi.

Selain sanksi skors, El Ali juga diminta membayar denda sebesar $15.000. Namun dia juga diberikan hak mengajukan banding.

El ALi sendiri menilai dirinya tak memiliki keterlibatan apapun dalam tudingan tersebut dan berencana untuk mengajukan tuntutan hukum.

"Masalah ini hanya terjadi di Lebanon, sementara FIFA tak mengatakan apapun," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

"Saya ingin ke FIFA terkait kabar ini karena semua ini tidak bagus buat saya. Saya ingin ke FIFA untuk menuntut klub lama saya karena sudah merusak reputasi saya."

"Mereka mengklaim saya sudah mengatur pertandingan dengan melakukan perjudian dan di laga tersebut saya mengalami cedera dan saya tak bermain, jadi saya tak tahu bagaimana caranya saya bisa mengatur jalannya pertandingan seperti yang saya inginkan," jelasnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait