thumbnail Halo,

Sriwijaya FC terancam kehilangan dua palang pintu andalan yaitu Diogo Santos dan Ahmad Jufriyanto .


LIPUTAN   HENSYI FITRIANSYAH     DARI    PALEMBANG    

Setelah dikalahkan Arema Indonesia dengan skor telak 4-1, kini Sriwijaya FC bersiap menghadapi pertandingan ISL selanjutnya dengan meladeni i tuan rumah Gresik United.  Menghadapi Gresik, pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi meminta anak asuhnya mewaspadai trio asing Gresik yaitu Aldo Baretto, Matsunaga, serta Chena.

“Kekuatan Gresik United tidak bisa dikatakan di bawah Arema. Soalnya tiga pemain asingnya, Baretto, Matsunaga, dan Chena merupakan kunci di lini depan. Lini belakang Kita harus benar-benar waspada menghadapi tiga pemain ini ” ujar Kas, Selasa (26/02).
 
Namun sayangnya disaat lini belakang dituntut ekstra waspada, Sriwijaya FC terancam kehilangan dua palang pintu andalan yaitu Diogo Santos dan Ahmad Jufriyanto . Diogo diketahui kembali mengalami cedera dislokasi bahu. Sementara Jufriyanto terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kehilangan kedua pemain ini, jelas menjadi pukulan telak bagi lini belakang tim Laskar Wong Kito.

“Sepertinya kita akan kehilangan dua pemain belakang saat lawan Gresik United, Diogo cedera dan Jufriyanto akumulasi kartu kuning. Situasi ini jelas tidak menguntungkan, tetapi kita harus menerimanya,” ujar Kas.

Dikatakan Kas, cedera Diogo sama  dengan yang dialaminya ketika bertanding dalam ajang Celebes Cup lawan Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Karena itu butuh waktu cukup lama bagi Diogo untuk pulih 100 persen.

 “Untuk saat ini pilihan saya jatuh kepada Dodok Anang. Saat bermain untuk Deltras, Dodok sering bermain sebagai stoper,” ujarnya.

Dikatakan Kas, dalam sesi latihan beberapa hari kedepan, fokusnya memang untuk memperkuat koordinasi lini belakang. “Kita harus membuat persiapan yang maksimal untuk lini belakang. Jangan sampai kita terlalu mudah kecolongan, khususnya pada menit-menit awal pertandingan,” ujarnya.

Masalah lain yang cukup mengkhawatirkan Kas adalah cedera ringan Abdul Rahman. Padahal pemain yang lama berkostum Semen Padang ini merupakan harapan utamanya di lini belakang. “Tapi saya berkeyakinan cedera Abdul Rahman tidak parah. Mudah-mudahan dalam waktu singkat segera pulih dan siap untuk bertanding,” paparnya.

Meski minim pemain di lini belakang, bukan menjadi alasan bagi Kas untuk membiarkan lini depan Gresik United bebas leluasa bergerak di area pertahanan Sriwijaya FC.  Dodok Anang yang akan diduetkan dengan Abdul Rahman diyakininya bisa menghentikan serangan Gresik United.

“Kalau Baretto sudah pasti akan ditempel Abdul Rahman dan Dodok. Tetapi yang jadi fokus saya adalah pergerakan Chena di tengah dan Matsunaga di pinggir ,” urai Kas.

Kebugaran fisik, dikatakan Kas harus dimiliki anak-anak asuhnya untuk meredam Gresik United. Dengan fisik yang prima, maka Ponaryo dan kawan-kawan dapat dengan mudah mengaplikasikan strategi yang diterapkannya.

“Kita harus bangkit dan tetap membuat persaingan di papan atas klasemen. Caranya adalah dengan memenangkan pertandingan. Saya yakin kemenangan dalam laga tandang tersebut akan melambungkan mental para pemain.(gk-42)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait