thumbnail Halo,

Meski mampu mendominasi permainan, Deltras dinilai bermain tanpa visi yang selama ini ditanamkan pada setiap sesi latihan.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   SIDOARJO    

Pertandingan yang mempertemukan dua tim papan atas klasemen sementara Grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia, antara Deltras Sidoarjo kontra Perseba Bangkalan Super, berakhir manis bagi tuan rumah. Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (25/2), tuan rumah Deltras menang dengan skor 2-0.

Meski mampu meraup hasil maksimal pada laga kali ini, namun pelatih Deltras Djoko Susilo mengaku kurang puas dengan penampilan anak didiknya. Hal itu dikarenakan, meski mampu mendominasi permainan, skuatnya dinilai bermain tanpa visi yang selama ini ditanamkannya pada setiap sesi latihan.

“Terus terang saya kurang puas dengan permainan yang ditampilkan anak-anak pada laga kali ini, terutama pada babak kedua. Sebab kami memang mendominasi selama pertandingan, tapi permainan anak-anak justru tanpa visi bermain yang jelas,” ujar Djoko Susilo kepada GOAL.com Indonesia.

Dalam laga tersebut, Deltras sukses membungkam perlawanan Perseba Super Bangkalan melalui gol yang disumbangkan oleh Engkus Kuswaha pada menit kesembilan, dan Traore Abduol Hamidou pada menit ke-34.

Bertindak sebagai tuan rumah, tim berjuluk The Lobster itu memang berusaha mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Rapatnya pertahanan Perseba, sempat membuat pemain Deltras kesulitan untuk menembusnya, namun itu tak belaku bagi Engkus dan Hamidou.

“Laga ini memang berat, karena lawan banyak memiliki eks Deltras yang ingin menunjukkan preassure. Akibatnya, instruksi dan strategi kami tidak berjalan dengan baik. Meski begitu, kami tetap sangat bersyukur mampu memenangi dan mendapat tiga poin pada pertandingan kali ini,” jelasnya.

Cedera yang dialami oleh andalan Perseba Super di lini tengah Danilo Fernando pada menit ke-21, juga turut membantu skuat Deltras melakoni pertandingan menjadi ‘lebih mudah’. Tapi keuntungan bermain melawan sepuluh pemain Perseba Super sejak menit ke-73, gagal dimanfaatkan oleh skuat Deltras dalam menambah pundi-pundi golnya. Inilah yang sempat disesalkan oleh Djoko Susilo.

Sementara itu di lain pihak, ini adalah kekalahan pertama Perseba Super di kompetisi Divisi Utama musim 2013. Mereka berharap, kekalahan ini tak berimbas lama pada mental bertanding skuat Perseba Super.

“Ini adalah kekalahan pertama Perseba Super musim ini. Tentu kami akan lakukan evaluasi, jadi saya berharap pemain tetap fokus menatap laga berikutnya. Terkait tingginya tensi pertandingan sehingga permainan tersaji penuh emosional, ini lantaran pemain Perseba mayoritas berasal dari Sidoarjo,” tutur asisten pelatih Perseba Super M Syafi’i.

Ia juga tak menampik, bila keluarnya Danilo sejak menit ke-21 memang sedikit mempengaruhi permainan timnya. Sejak keluarnya pemain asal Brasil ini, Perseba Super memang gagal mengembangkan permainannya. Beruntung mereka tak kembali kebobolan, saat hanya bermain dengan sepuluh orang kala pertandingan masih menyaksikan waktu normal sekitar 17 menit.

Walau memenangi pertandingan, posisi Deltras tetap tak beranjak dari peringkat ketiga. Mereka mengemas tujuh poin dari tiga laga, sementara hasil partai menghadapi Persipas Paser tak dihitung lagi, sesuai dengan instruksi dari PT Liga Indonesia. Sedangkan Perseba Super masih menghuni posisi runner up, karena berhasil mengemas sembilan poin dari empat kali pertandingan. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait