thumbnail Halo,

Bontang FC tak menduga bakal kebobolan lima gol tanpa balas.


LIPUTAN  FAHRI RAYYANA     DARI  SURABAYA    

Kubu Bontang FC terkejut dengan kekalahan 5-0 dari tuan rumah Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Laskar Bukit Tursina ini serasa kehilangan kata kata saat dicecar wartawan di ruang prescon usai pertandingan.

“Kami sejak awal menyadari bakal sulit menghindar kekalahan di pertandingan ini. Tapi, jujur saja, kami tak menyangka kalah dengan setelak itu,” tukas manajer Bontang FC Ahmad Imet Situmorang usai pertandingan.

Asisten pelatih Dedy Siswanto juga mengamini bila tuan rumah unggul segalanya di laga ini.

"Kami tim yang tahu diri. Meski katanya persiapan Persebaya terkendala, tapi sesiap-siapnya kami, Persebaya tim bagus," ungkap mantan kiper Persebaya ini.

Pada pertandingan ini, Bontang sempat menyulitkan Persebaya di babak pertama. Mereka mampu membendung serangan Bajul Ijo dan memaksa tuan rumah menyudahi babak pertama dengan skor kacamata.

Tapi di babak kedua, Persebaya berhasil membongkar pertahanan Bontang dan menyudahi pertandingan dengan skor telak 5-0.

"Di babak pertama, semua pemain jalankan instruksi pelatih. Tapi kami tim yang tahu diri. Persebaya memang lebih bagus," pungkas Dedy.

Sementara itu, kubu Persebaya menyambut suka cita kemenangan ini. Bagi pelatih Ibnu Grahan, kemenangan ini sekaligus pembuktian kualitas setelah sempat diragukan.  

"Saya memang belum pernah pegang tim. Tahun 2007 lalu saya juga gagal. Sebenarnya saat itu saya juga belum ada pengalaman, lisensi juga belum memenuhi. Tapi dipaksakan sebagai pelatih," ucap Ibnu usai pertandingan.

Namun seiring berjalannya waktu, Ibnu banyak menimba ilmu dari pelatih-pelatih hebat yang pernah menangani Persebaya, mulai Jacksen F Tiago, Rudy Keltjes, Freddy Muli, Aji Santoso hingga Divaldo Alves. Saat itu Ibnu didapuk sebagai asisten pelatih.

"Dengan perkembangan waktu, saya banyak belajar di situ," imbuh Ibnu.

Meski sempat dicap tidak layak oleh kalangan suporter, Ibnu justru menganggap wajar bila diringa dianggap kurang. "Wajar bila saya dianggap kurang. Sebenarnya saya tidak perlu membuktikan apa-apa. Sebab, Persebaya adalah tim yang sudah jadi. Tinggal dipoles saja," tutur mantan gelandang Persebaya era 1990-an ini.

Ibnu berkelakar, bila tak benar suporter kurang percaya percaya dengan kemampuannya.

"Buktinya hari ini stadion ramai. Itu bukti kalau teman-teman suporter kangen dengan Persebaya. Di Persebaya, kekompakan harus dijaga, baik pemain, pelatih, manajemen dan suporter tentunya," tutup Ibnu. (gk-31)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait