thumbnail Halo,

Hanif menganggap, Bonek sangat perlu sentuhan manajemen.


LIPUTAN  HARI BENDOL     DARI  KEDIRI    

Insiden pengerusakan dan penganiayaan sopir serta kernet truk yang diduga dilakukan oknum suporter Bonekmania di jalan Perintis Kemerdekaan kota Kediri, beberapa waktu lalu mengundang rasa prihatin Persikmania, fans setia Persik Kediri.
 
Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) Kediri menyayangkan tindakan anarkis tersebut. FKSP berharap indisen tersebut tidak terulang di kemudian hari, khususnya di wilayah Kota Kediri.
 
“Pengeroyokan disertai pengerusakan tersebut tidak akan terjadi apabila sebelumnya ada kordinasi antara pihak suporter dan aparat kepolisian,” ujar ketua FKSP Kediri Mohammad Hanif kepada GOAL.com Indonesia, Sabtu (23/2).
 
Dibanding dengan suporter klub lain, Hanif, sapaan akrab Mohammad Hanif, menganggap pendukung kesebelasan Persebaya Surabaya sangat berbeda. Hampir setiap daerah di Jawa Timur ada perwakilan mereka.
 
“Seharusnya, saat ke Tulunganggung ada pendampingan dari pihak kepolisian sejak start dari Surabaya hingga Tulungagung. Mereka selalu datang apabila klubnya bertanding. Mereka juga konvoi dan arak-arakan di jalan,” imbuh Hanif.
 
Seperti yang sudah dilakukan FKSP, apabila memberikan dukungan ke luar Kota Kediri selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Seperti saat melawat di wilayah Mojokerto dan Madiun
 
Hanif menganggap, elemen suporter Surabaya yang dikenal dengan sebutan Bondo Nekat itu, sangat perlu sentuhan manajemen. Sehingga, bisa tertata dengan baik.
 
Pria yang memiliki usaha sebagai pengepul rosok alias barang-barang bekas ini mengakui jika selama ini hubungan antara suporter Persik dengan Bonek tidak pernah ada masalah. Keduanya selalu rukun, khusus saat kedua klubnya bertanding bersama.
 
Sebelumnya, sebanyak 146 suporter Bonekmania ditangkap dari jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Ngronggo, kota Kediri setelah diduga melakukan pengeroyokan dan pengerusakan terhadap sopir truk Sulaiman (33), warga dusun Sumbercangkring Rt 05 Rw 02 kecamatan Gurah kabupaten Kediri, serta kernetnya Maryudi(43), asal dusun Purworejo, desa Punjul Plosoklaten kabupaten Kediri.
 
Diduga oknum bonek ini marah lantaran pengemudi menolak mengantarkan mereka pulang. Kemudian mereka melakukan pengerusakan terhadap truk dan mengeroyok sopir serta kernet truk tersebut. Aksi para suporter itu berakhir setelah warga sekitar ramai-ramai menghalau.
 
Kemudian setelah menahan semalaman, akhirnya Polres Kediri Kota melepaskan mereka. Tetapi, para Bonekmania itu sempat dijatuhi sanksi oleh pihak kepolisian
 
Mereka dijemur di halaman markas Polres Kediri Kota untuk mengikuti upacara dan hormat ke bendera merah putih. Selain itu, mereka juga diminta menyanyikan lagu Nasional “Padamu Negeri” serta mengucapkan ikrar sumpah untuk tidak berbuat anarkis kembali.
 
Ada sekitar 2 ribu suporter Bonekmania yang datang mendukung klub kesayanganya Persebaya DU bertanding melawan Perseta Tulunganggung. Dalam pertandingan lanjutan Divisi Utama PT LI tersebut, skor akhir imbang sama kuat  1-1. (gk-29).

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait