thumbnail Halo,

Suharno menilai, PBR memiliki perpaduan pemain senior dan junior yang mumpuni.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    

Meski cukup jauh berselisih di klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League (ISL) saat ini, namun Gresik United tak mau meremehkan kekuatan Pelita Bandung Raya (PBR). Kedua tim tersebut dijadwalkan akan bertemu di Stadion Petrokimia Gresik, Minggu (24/3).

Saat ini Gresik United berada papan atas alias di peringkat keenam klasemen sementara, mereka mengumpulkan 13 poin, hasil dari delapan kali bertanding. Sementara PBR, berada di peringkat ke-17 atau satu strip di atas posisi juru kunci. Mereka baru mengais enam poin, hasil dari tujuh kali pertandingan.

“Kami tak mau meremehkan PBR, meski mereka kini ada di papan bawah klasemen sementara, sebab itu bukan jaminan. Pengalaman Sriwijaya FC sudah membuktikan, bagaimana mereka harus bersusah payah, sebelum menaklukkan PBR 2-1. Jadi secara kualitas, kekuatan kontestan kompetisi ISL musim ini cukup merata,” ungkap pelatih Gresik United Suharno kepada GOAL.com Indonesia.

Menurut mantan arsitek Arema musim lalu tersebut, kekuatan PBR saat ini juga ditopang oleh komposisi materi pemain bagus. Suharno menilai, PBR memiliki perpaduan pemain senior dan junior yang mumpuni.

“Perpaduan antara pemain muda dan senior di PBR, saya rasa berjalan dengan baik. Di sana ada Eka [Ramdani], Tema Mursyadat, Nova [Arianto], Gaston [Castano], dan Mijo Dadic, yang mampu memberikan contoh baik kepada para pemain muda. Sehingga, mereka mampu memotivasi para pemain muda PBR untuk bermain lebih baik,” sambungnya.

Khusus kepada Gaston, Suharno memberikan kredit tersendiri. Sebab kekasih artis Julia Perez ini, dianggap oleh Suharno memiliki catatan tersendiri bersama tim Gresik United. Pengalaman bermain bersama skuat berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut musim sebelumnya, dinilai oleh Suharno menjadi nilai lebih dari sosok Gaston.

“Gaston wajib diwaspadai oleh seluruh pemain Gresik pada laga nanti. Sebab, ia pernah bermain di sini sebelumnya, jadi pasti mempunyai referensi tentang kami. Selain Gaston, para pemain PBR lainnya juga berbahaya, dan wajib diwaspadai,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai skema pertandingan, pelatih asal Malang ini berharap, agar timnya jangan sampai mendapatkan banyak hukuman dari bola-bola mati, terutama tendangan bebas dekat gawang maupun sepak pojok.

“Sebab itu berbahaya, PBR mempunyai set piece berbahaya. Tak hanya Eka dan Gaston yang mempunyai akurasi tendangan, namun mereka juga mempunyai pemain-pemain jangkung, yang siap menyambut bola-bola atas. Ini juga harus diwaspadai oleh anak-anak, sebab sepak pojok yang mereka hasilkan pasti berbuah gol,” beber Suharno.

Ungkapan Suharno sangat berkorelasi dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, pada laga kontra PBR, Gresik United akan kehilangan salah satu bek jangkungnya Park Chul Hyung di sektor pertahanan. Ia harus absen, lantaran akumulasi kartu kuning.

“Sebagai antisipasi absennya Park, kami akan menurunkan antara Lan Bastian atau Ade Suhendra. Ini juga bagian dari rotasi permainan, tidak ada masalah, yang pasti kami sudah siap menghadapi PBR,” pungkasnya. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait