thumbnail Halo,

Sihar dan Bob mengklaim rapat exco digelar berdasarkan perintah Djohar Arifin.


OLEH    DONNY AFRONI

Sihar Sitorus dan Bob Hippy mengklaim komite eksekutif (Exco) sudah menggelar rapat untuk merevisi keberadaan badan tim nasional (BTN) yang belakangan menjadi polemik baru di persepakbolaan nasional.

Dalam rilisnya yang dilansir laman PSSI, Sihar dan Bob mengatasnamakan Exco. Menurut mereka, ketua umum Djohar Arifin Husein sudah memberikan perintah untuk menggelar rapat, Jumat (22/2), dan menghasilkan beberapa keputusan.

Namun di hari yang sama, Djohar Arifin Husein menerima rombongan La Nyalla Mattalitti Cs yang datang ke sekretariat PSSI. Saat rombongan La Nyalla datang, baik Sihar dan Bob, serta sekjen PSSI Halim Mahfudz tidak terlihat di sekretariat.

“Rapat Exco Jumat 22 Februari 2013, PSSI telah memutuskan bahwa timnas berada di bawah Komite Ad Hoc Badan Timnas. Usulan seseorang sebagai wakil ketua BTN adalah suatu pernyataan di luar konteks kehadiran mereka di kantor PSSI,” demikian pernyataan Sihar dan Bob.

“Rapat Exco yang diperintahkan Ketua Umum, Jumat 22 Februari 2013, telah menghasilkan keputusan.”

“Terkait persiapan timnas: SK BTN yang ditandatangani ketua umum tertanggal 11 Januari 2013, disepakati untuk diperbaiki, karena belum ada keputusan Exco (sesuai statuta PSSI Pasal 1 ayat 6 tentang Badan Pengelola Tim Nasional), dan memperbaiki landasan hukumnya.

“Perbaikan yang dimaksud adalah, pembatalan SK tersebut, dan membuat SK baru dengan nama Komite Ad Hoc Badan Timnas, dan diketuai oleh Sdr Isran Noor. Staff teknis dibawah Ketua Komite Ad-hoc Badan Timnas akan ditentukan oleh Exco (Statuta Pasal 37 huruf j).”

Dalam rilis yang sama, Sihar dan Bob juga masih tidak mengakui adanya memorandum of understanding (MoU), serta menyebut FIFA dan AFC hanya memberi petunjuk mengenai agenda kongres berupa penyatuan liga, revisi statuta, dan kembalinya empat exco.

Seperti diketahui, PSSI sudah membatalkan MoU melalui kongres luar biasa di Palangkaraya pada 10 Desember 2012. Namun FIFA telah surat kepada menpora Roy Suryo tertanggal 13 Februari 2013. Salah satu isinya berbunyi mendesak agar semua pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia menjalankan MoU yang ditandatangani pada 7 Juni 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Terkait persiapan Kongres: FIFA/AFC telah memberi petunjuk bahwa kongres tanggal 17 Maret 2013 adalah KONGRES LUAR BIASA dengan peserta kongres luar biasa Solo, dan yang diundang adalah lembaga/institusi anggota PSSI, dengan agenda penyatuan Liga, revisi statuta, dan kembalinya keempat Exco.”

“Terkait peran Pemerintah, PSSI menghargai upaya Menpora dalam memberikan lingkungan yang kondusif guna tercapainya poin-poin yang diputuskan dalam kongres Palangkaraya, yang diulangi kembali dalam surat FIFA terkini. PSSI perlu mengingatkan bahwa implemantasi butir-butir keputusan, KLB Palangkaraya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.”

“PSSI tetap pada komitmen untuk merangkul semua pihak dengan berpegangan pada Statuta PSSI dan FIFA dan UU SKN No. 3 tahun 2005.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait