thumbnail Halo,

Benny mengaku sudah menerima pemberitahuan dari Gurning lewat SMS.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Kepindahan Abdulrahman Gurning ke Arema IPL membuat posisi pelatih kepala PSMS LPIS lowong. Namun, pengurus dan manajemen klub dipastikan tidak akan kesulitan mencari pengganti karena ada sosok yang mumpuni, yakni Edy Syahputra, yang selama ini menjadi asisten Gurning di PSMS.

Edy Syahputra memang minim pengalaman sebagai pelatih kepala klub senior. Karir terakhirnya adalah sebagai asisten pelatih PSMS Divisi Utama 2010/11 mendampingi Suharto AD (caretaker PSMS ISL musim lalu).  Tapi, sejak 2012 Edy mulai meningkatkan kapasitasnya sebagai pelatih dengan mengantongi lisensi A nasional pascamengikuti pelatihan  sertifikasi pelatih lisensi A nasional pada 28 Oktober-25 November di Jakarta.

Keputusan pergantian pelatih ini sejatinya sudah dibahas pengurus PSMS dalam rapat setelah Gurning mengemukakan niatnya keluar dari tim, namun keputusan final belum dituangkan.

"Secara eksplisit pengurus juga sudah membahas itu. Edy sudah memenuhi kriteria yang ada secara administrasi mengantongi lisensi A.  Apalagi, sejak awal pembentukan tim dia [Edy] sudah terlibat bersama Gurning. Saat ini, mayoritas pengurus setuju Edy sebagai pelatih. Tapi nanti akan dirapatkan lagi," ujar Benny Sihotang, ketua umum PSMS, kepada GOAL.com Indonesia.

Perihal kepergian Gurning ke Arema, Benny mengakui sudah menerima pemberitahuan dari Gurning lewat pesan singkat SMS. “Dia [Gurning] bilang mau pamitan ke Malang,” timpalnya.

Benny menegaskan tak bisa berbuat banyak untuk menahan Gurning hengkang, karena pengurus dan manajemen belum bisa memastikan kapan kontrak akan ditandatangani.

“Sesuai keputusan rapat pengurus, kami belum tahu format kontrak karena managers' meeting belum dilaksanakan. Namun kalau pemain dan pelatih, mendesak, kami tidak bisa melakukan itu. Kalau mau di PSMS ikut ketentuan yang ada," ungkapnya.

Sementara itu, Edy Syahputra mengaku senang jika kelak dirinya pasti memegang tampuk posisi pelatih.  

“Kalau memang benar saya, dari situ nanti saya akan coba sampaikan kepada anak-anak, siapa pun yang menjadi pelatih kepala, tidak perlu jadi permasalahan besar. Pada prinsipnya sepakbola mempunya tujuan yang sama. Memang ada pengaruh psikologis di pemain dengan kepergian Bang Gurning, tapi  saya lihat tidak terlalu signifikan. Saya rasa tidak sulit menimbulkan motivasi kembali untuk menerima keadaan yang terjadi saat ini,” beber mantan pemain Medan Jaya ini.

Edy tak menampik dengan kondisi PSMS yang masih belum jelas, tawaran dari klub lain sempat singgah. Namun, dia menilai sepakbola saat ini sama saja kondisinya.

“Seperti juga ke beberapa pemain, tawaran kepada saya juga ada dari dua tim di Jawa. Tapi melihat suasana sepakbola yang kurang kondusif saat ini, sama saja di mana-mana. Dan kepada pemain, saya sudah kasih gambaran agar mereka membuat yang terbaik untuk Medan. Kalau berbuat baik akan datang sendiri tawaran dari luar.  Mereka pada dasarnya komit membangun Medan ini untuk bisa berprestasi seperti dulu, dan saya jamin mereka paham dan mudah-mudahan enggak keluar,” tuturnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait