thumbnail Halo,

Edy Syahputra tak menampik perihal hengkangnya Gurning.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Kondisi PSMS LPIS yang terancam bubar lantaran krisis finansial membuat sang pelatih kepala, Abdul Rahman Gurning, disebut-sebut menerima tawaran Arema IPL, klub yang sempat dilatihnya musim lalu di putaran pertama IPL. Gurning diduga mengambil langkah sigap, karena pengurus dan manajemen Ayam Kinantan, julukan PSMS, sudah menunda penanda tanganan kontrak selama empat bulan dan belum juga bisa memastikan keberlangsungkan klub untuk ke depan.

Kepergian Gurning ke Malang semakin nyata, lantaran dalam sesi latihan Kamis (21/2) sore, hanya dipimpin asisten pelatih Edy Syahputra bersama pelatih kiper Sugiar. Edy Syahputra sendiri tak menampik perihal hengkangnya Gurning.

“Bang Gurning sudah ke Malang sejak kemarin, Rabu (20/2) lalu. Kemarin dia sudah telpon saya sudah berada di Malang. Bang Gurning bilang ke saya kalau dia sudah cukup lama bersabar karena menunggu kejelasan di sini [PSMS]. Dia juga bilang sudah komunikasi ke ketua umum [Benny Sihotang] soal ini. Sebenarnya dia masih tunggu dua sampai tiga hari ini. Kalau jelas dia bakal kembali. Saya tahu hati dia sebenarnya masih di sini,” ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

Gurning sebelumnya membenarkan ada tawaran dari Arema IPL, namun dia masih menggantung keputusan tersebut hingga pekan lalu 16 Februari, waktu yang dijanjikan pengurus PSMS LPIS untuk tanda tangan kontrak. Namun, di hari yang dijanjikan tersebut tidak juga ada realisasi, kemudian Senin (18/2), para pemain tidak menggelar latihan dan dikumpulkan dalam sebuah pertemuan di PD Pasar, kantor ketua umum Benny Sihotang. Dari pertemuan tersebut, pengurus tidak bisa juga memastikan kontrak dan hanya memberikan pinjaman ke pemain melalui patungan pengurus. Benny Sihotang mengakui kalau saat ini belum ada sponsor dana segar untuk klub dan pihaknya masih menanti bantuan dari konsorsium, jika itu tidak ada maka pihaknya tidak mungkin menjalankan roda kompetisi bersama PSMS. Hingga saat ini, skuat PSMS menjalani masa transisi sembari pengurus mencari solusi.

Sementara itu, gelandang PSMS LPIS, Donny Fernando Siregar mengaku kehilangan dengan kabar hengkangnya Gurning. Menurutnya, pemain dan pelatih sudah bersama selama empat bulan.

“Kami pemain merasa kehilangan kak, karena sudah empat bulan kami bekerja sama. Tapi ya inikan masalah kejelasan dari klub juga, mungkin Bang Gurning punya pemikiran lain. Ya inilah namanya profesional, mudah-mudahan Bang Gurning sukses di Arema [IPL]. Dan ini bisa jadi bahan evaluasi buat pengurus mau dibawa kemana tim ini,” ujar Donny.

Secara personal, sebagai pemain, Donny mengaku belum bisa memastikan apakah akan mengikuti jejak sang pelatih untuk hengkang dari klub. Pemain masih menunggu iktikad pengurus.  

“Ya kami pemain enggak bisa jawab soal mau hengkang atau enggak. Kita lihat saja nanti.  Nunggu pengurus PSMS sajalah,” pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait