thumbnail Halo,

Beto mengaku sikapnya itu bukan lantaran marah kepada skuatnya.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Tim pelatih Pro Duta FC mengevaluasi skuat usai ditaklukkan Semen Padang 2-0 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, akhir pekan lalu. Selain evaluasi pemain, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pertandingan tersebut. Stadion Baharoeddin masih sepi penonton dan karakter sang Pelatih Roberto Bianchi yang meledak-ledak.

Dua musim bersama Kuda Pegasus, julukan Pro Duta, Roberto Bianchi selalu jadi perhatian saat mendampingi timnya. Bicara keras dengan bahasa latin saat mendampingi timnya. Dia juga acap kali keluar dari batas tempat pelatih boleh berdiri di pinggir lapangan. Itu masih terlihat dalam laga kontra Semen Padang dan wasit sempat dua kali memperingatinya.

Beto, sapaan akrabnya, mengaku sikapnya itu bukan lantaran marah kepada skuatnya, tapi bentuk motivasi yang berbeda.

"Itu gaya saya. Sebagai pemain profesional saya punya karakter, sekarang sebagai pelatih karakter itu masih ada. Itu [teriak] bukan berarti saya selalu marah kepada pemain saya. Tapi saya selalu menginginkan mereka punya karakter dalam bermain, jalanilah dunia persepakbolaan ini dengan hasrat dan semangat," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia, Senin (18/2).

Dia mengaku tak sadar, terkadang saking seriusnya memotivasi Suyatno dkk, dia melewati batas tempat pelatih berdiri.

"Saya terlalu fokus dengan pertandingan, sampai saya tidak sadar sudah lewat garis. Kadang, saya juga greget ingin masuk ke lapangan untuk menolong pemain-pemain saya dan mengajari mereka bagaimana bermain bola dengan yang sudah saya latih dengan karakter saya," bebernya.

Perihal stadion yang sepi, Beto berharap suatu hari kondisi bisa berubah. Dia tak menampik kesedihannya tiap kali Pro Duta tampil harus tersaji pemandangan stadion nyaris kosong.

"Sangat menyedihkan bermain dengan stadion yang kosong, khususnya saat tim kami diisi dengan pemain lokal [Sumut] dan masih muda," jelasnya.

"Dari klub sepakbola yang ada di Medan, menurut saya Pro Duta adalah klub yang sudah berbuat sesuatu yang lebih baik dan layak dapat perhatian. Saya harap segera publik bisa mempertimbangkan itu dan mendukung kami. Kami ada di level satu saat ini. Kami butuh dukungan pecinta sepakbola yang ada di Medan dan Deliserdang," tutur pria warga negara Spanyol ini.

Tentang evaluasi usai lawan Semen Padang, Beto menegaskan tentang mental bertanding skuatnya.

"Pertandingan lawan Semen Padang punya dua bagian yang kami garis bawahi. Babak pertama, skuat saya ketakutan dan kami dikejutkan dengan dua gol mereka [Semen Padang]. Babak kedua, ketakutan itu hilang dan permainan di atas Semen Padang," ucap mantan pelatih klub LPI Batavia Union ini.

"Kami telah memperagakan, sebenarnya kami bisa bermain dengan baik di kompetisi ini. Kami lebih berani dan punya personaliti. Menurut saya para pemain sudah bisa beradaptasi dengan baik. Karena mereka masih sangat muda," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait