thumbnail Halo,

Empat poin yang sudah diajukan FIFA, termasuk di dalam MoU, harus dilaksanakan pemangku kepentingan sepakbola nasional.


OLEH    DONNY AFRONI

Federasi sepakbola internasional (FIFA) meminta agar kedua belah pihak di persepakbolaan Indonesia mengacu kepada memorandum of understanding (Mou) yang telah disepakati di Kuala Lumpur, Malaysia, pada awal Juni 2012.

Penegasan itu disampaikan FIFA melalui surat tertanggal 13 Februari yang ditandatangani sekjen Jerome Valcke, dan diterima menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo melalui faksimili pada 15 Februari.

Dalam surat itu, FIFA menyatakan, sejak September 2012, mereka dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah menegaskan, pemangku kepentingan sepakbola Indonesia harus menerapkan beberapa hal.

Keempat hal yang dimaksud FIFA adalah penyatuan liga, revisi statuta, pengembalian empat anggota komite eksekutif PSSI, dan kesepakatan semua pihak dalam MoU pada 7 Juni 2012 tentang daftar delegasi ke kongres PSSI berdasarkan daftar Kongres Solo Juli 2011.

“Situasi Sepakbola Indonesia telah menjadi bahan pembicaraan reguler di tingkat FIFA dan AFC. Seperti yang Anda ketahui, situasi sekarang menjadi lebih dari mendesak, karena masalah ini akan dibahas lagi oleh komite eksekutif FIFA dalam pertemuan berikutnya pada tanggal 20 Maret 2013,” demikian tulis Valcke di surat itu.

“Sudah jelas keempat poin yang disebutkan di atas harus dilaksanakan supaya terhindar dari sanksi.”

Sementara itu, Menpora menyatakan, pihaknya akan mengumumkan isi surat FIFA terkait dualisme persepakbolaan Indonesia pada Senin (18/2). Menpora akan memanggil ketua umum PSSI atau Djohar Arifin Husein, dan komite penyelamat sepakbola Indonesia (KPSI) La Nyala Mattalitti untuk bertemu dan melaksanakan isi surat dari FIFA.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait