thumbnail Halo,

Lembaga pengadilan PSSI ini ingin meminta klarifikasi dari Djohar terkait keberadaan BTN.


OLEH    DONNY AFRONI

Komisi disiplin (Komdis) PSSI berencana menggelar sidang pada pekan depan untuk memeriksa ketua umum Djohar Arifin Husein terkait keberadaan Badan Tim Nasional (BTN).

Ketua Komdis Bernhard Limbong mengungkapkan, pihaknya mengambil langkah setelah ada laporan dari sejumlah anggota komite eksekutif (Exco), serta laporan tertulis dari Sekjen PSSI Halim Mahfudz mengenai adanya dugaan timnas palsu.

Komdis akan memanggil Djohar setelah orang nomor satu di PSSI ini tiba di Indonesia dari luar negeri. Komdis akan meminta klarifikasi kepada Djohar mengenai sepak terjang yang dilakukan BTN.

Limbong menambahkan, pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi kepada Djohar bila ditemui adanya pelanggaran aturan yang dilakukan. Komdis akan memberikan rekomendasi masalah itu kepada komite etik PSSI.

“Kami di Komdis sedang mengumpulkan data-data untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan melakukan sidang minggu depan. Saya mengkhawatirkan adanya penggunaan nama PSSI oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi yang ada,” ujar Limbong.

“Ketua umum akan dimintai keterangannya untuk mengklarifikasi masalah ini. Tapi kami tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi jika memang ada bukti pelanggaran aturan. Kami akan memberikan rekomendasi kepada komite etik.”

Sebelumnya, Djohar sudah mengapungkan wacana membentuk BTN yang menangani tim nasional. Beberapa waktu lalu, Djohar juga mengumumkan Luis Manuel Blanco sebagai pelatih timnas senior.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait