thumbnail Halo,

Persoalan PSMS tidak hanya sampai di sini, hal lainnya lebih tragis. Gaji bulanan pemain urung dibayarkan.


LIPUTAN    NINA RIALITA     DARI    MEDAN    
PSMS Medan bakal gagal jadi tuan rumah yang baik saat melakoni lanjutan Divisi Utama Grup I PT Liga, lawan PS Bangka, di Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis (14/2).

Ini terjadi lantaran kesulitan finansial untuk menggelar laga tersebut. Hingga Selasa (12/2) sore kepastian berlangsungnya pertandingan belum bisa dipastikan. Ketua Panitia Pelaksana (panpel) PSMS, H Saryono menjelaskan dana operasional PSMS untuk melangsungkan partai tersebut tidak mencukupi. Pendapatan PSMS dari tiket laga pertandingan perdana lawan PS Bengkulu akhir pekan lalu hanya Rp14 juta, sementara kebutuhan per satu pertandingan mencapai Rp58 juta.

"Dari pertandingan perdana kemarin (lawan PS Bengkulu) kemarin saja kami terutang 25.675.000 baik itu biaya keamanan, hotel dan lainnya. Jadi sampai sekarang jelas panitia bingung seperti apa yang mau dibuat," bebernya.

Saryono mengurai dana operasional per partai Rp58 juta tersebut merupakan rincian dari biaya stadion Rp20.175.000 juga sudah termasuk perangkat keamanan, sound sistem, ambulance, dan air dari pemadam. Namun, dia menegaskan, sebagai panpel akan tetap mengurus izin pertandingan.

"Tetap saya urus izin lapangan, izin Polda dan Polres, surat sewa lapangan dan perangkat keamanan. Siapa tahu ada mukzizat. Memang sampai saat ini tiket belum dicetak," tuturnya.
 
Saryono menjelaskan, pemasukan tiket penonton hanya sekira Rp7 juta yang dipegang panpel, sedangkan Rp7 juta sisa dari suporter berada di tangan Ketua Umum Indra Sakti Harahap.

"Sampai saat ini uang masuk dari penghasilan tiket sudah saya siapkan untuk meeting (technical) dan segala macam. Lagipula Rp14 juta pemasukan itu tidak utuh sampai ke saya. Dana dari SMeCK (tiket suporter) justru diberikan ke Indra. Yang dibalikkan ke saya hanya Rp526 ribu," ungkapnya.

Persoalan PSMS tidak hanya sampai di sini, hal lainnya lebih tragis. Gaji bulanan pemain urung dibayarkan. Alhasil,  pemain dan tim pelatih melayangkan petisi yang ditandatangani seluruh pemain kepada Ketua Umum Indra Sakti Harahap. Isinya Afan Lubis dkk akan mogok bertanding jika Rabu sore  paling lambat pukul 15.00 WIB, gaji tak dibayarkan.

Sementara itu, Ketua Umum Indra Sakti Harahap mengakui kendala dana. Dia bahkan tidak bisa menjamin bisa memberikan permintaan pemain secepatnya sesuai petisi. 

"Benar mereka (pemain dan pelatih) minta seperti itu. Tapi saya pastikan PSMS tidak mampu membayar mereka saat ini. Jadi pertandingan besok (Kamis) tergantung kepada mereka mau melanjutkan atau tidak. Panitia menyiapkan fasilitas untuk main Kamis tergantung mereka. Faktanya tidak ada sumber pemasukan. Pengurus dan manajemen tidak bisa memaksakan. Kami akan memberi laporan kepada liga kalau kondisi yang sebenarnya," ucapnya.

Indra hanya memohon pemakluman tentang kondisi real klub. "Saat ini kita hanya fokus menyelesaikan pertandingan. Hak-hak bisa kita bicarakan. Manajemen dan pengurus tidak akan menghambat hak. Sekarang ini pengurus hanya mampu untuk menyelenggarakan pertandingan saja. Kalau kami gelontorkan itu maka kita tidak sanggup bertanding. Hanya sanggup kompetisi saja," ujarnya.

"Gaji pemain dan pelatih belum. Tapi saya pikir itu bukan keterlambatan. Pemain asing digaji Maret. Sementara pemain lokal kan kemarin digaji duluan. Kompetisi saja resmi baru dimulai Februari. Pengurus pun masih utang," jelasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya belum bisa menggaet sponsor yang bisa menalangi kebutuhan dana, dan satu-satunya pemasukan dari dana subsidi PT Liga.  Itupun baru digelontorkan sebesar Rp50 juta dari Rp450 juta yang akan diberikan.

"Toh kalaupun sangat parah masih punya dana Rp400 juta dari PT Liga Indonesa yang belum diturunkan. Seharusnya pemain digaji hasil yang diraih sponsor dan tiket. Tapi pemasukan itu kan tidak ada," ungkapnya.

Solusi untuk patungan semua pengurus, menurut Indra belum bisa dilakukan. Indra juga yang didera isu menyerah menangani PSMS, menampik akan mundur setelah mengetahui sulitnya mengurus sebuah klub bola yang baru digelutinya.

"Belum ada seperti itu (mundur). Saya harus menyelesaikan tanggung jawab saya. Mungkin saja nanti ada hal-hal yang bisa saja membuat saya melakukannya. Tapi saat ini belum. Kami kan sedang fokus menghadapi Bangka besok. Segala persiapan yang tidak sempurna kami harapkan untuk bisa dimaklumi. Karena sejak awal kondisi ini PSMS ini jauh dari kata siap," ujarnya.

Soal kepastian lawan PS Bangka, Indra masih mengupayakan.  "Ini masih terus kami usahakan. Yang pasti ada banyak kerugian yang akan kami hadapi jika nantinya pertandingan tidak digelar. PSMS bisa disanksi dan sebagainya," tegasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait