thumbnail Halo,

Kabar Habil akan membeli saham Persibo sebanyak 95 persen atau senilai Rp10 miliar itu masih belum menemui titik terang.


LIPUTAN     HAMZAH ARFAH     DARI    BOJONEGORO    
Wacana pembelian saham Persibo Bojonegoro yang akan dilakukan oleh Habil Marati, dinilai oleh manajemen sebagai satu alasan kurang maksimalnya penampilan Persibo kala menantang Semen Padang di ajang Community Shield, Minggu (10/2) lalu. Dalam laga tersebut, Persibo kalah telak 4-1 dari Semen Padang.

Menurut manajer Persibo Bojonegoro Nur Yahya, konsentrasi pelatih Gusnul Yakin terpecah sebelum berangkat ke Padang. Hal itu dikarenakan ada isu yang berhembus, jika akan ada suksesi pergantian sosok pelatih kepala, bila mantan manajer Timnas Indonesia itu jadi membeli saham tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut.

"Kabar mengenai pergantian pelatih itulah, yang membuat konsentrasi Gusnul terganggu saat community shield kemarin," ujar Nur Yahya kepada para wartawan.

Padahal hingga saat ini, kabar Habil akan membeli saham Persibo sebanyak 95 persen atau senilai Rp10 miliar itu masih belum menemui titik terang. Bahkan sampai sekarang, lanjut Yayak-sapaan akrab dari Nur Yahya, manajemen Persibo belum pernah diajak membahas secara detail, terkait masalah pembelian saham itu.

“Pusing, hingga kini belum ada kejelasan dari Pak Habil. Yang jelas, kita ingin kejelasan dari Pak Habil terkait masalah ini. Karena sampai saat ini, memang belum ada kejelasan apapun," tegasnya.

Ia juga menambahkan, bila dana yang dijanjikan oleh pihak konsorsium (PT Liga Prima Indonesia Sportindo) senilai Rp4 miliar sebelumnya, hingga kini juga belum turun. Sehingga Yayak tidak bisa membayangkan, jika nanti timnya akan berlaga di ajang Indonesia Primer League (IPL) 2013 maupun AFC Cup.

“Saya tidak tahu apa jadinya Persibo nanti, jika tidak ada dana hingga dua kompetisi (IPL dan AFC Cup, red) itu bergulir. Kami ini saja masih berada di Padang, karena memang belum bisa beli tiket untuk balik ke Bojonegoro," keluh Yayak.

Apa yang diutarakan oleh Yayak, sangat berkebalikan dengan yang dikatakan oleh media officer Persibo Imam Nurcahyo. Sebab Imam beberapa waktu lalu sempat menyatakan, bila perwakilan dari Habil Marati sudah pernah datang ke Bojonegoro untuk melakukan survey dan pembicaraan awal, mengenai rencana Habil Marati mengakuisisi saham Persibo.

"Kedatangannya (utusan dari Habil Marati, red) untuk melihat kondisi Persibo, termasuk menyangkut keuangan. Tapi belum ada kesepakatan, meski ada rencana Habil Marati akan membeli saham Persibo," kata Imam.

Bahkan penjelasan Imam, dikuatkan oleh pernyataan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono. Ia membenarkan, bila Habil Marati berencana akan membeli saham Persibo. Bahkan, yang bersangkutan sudah pernah melakukan komunikasi dengan pihak Pemkab Bojonegoro, mengenai rencana pembelian saham Persibo tersebut.

"Kalau rencana awalnya sih, saham yang akan dibeli sekitar 25 persen. Kami sendiri sangat mendukung pembelian saham itu, apalagi kalau bisa saham yang dibeli mencapai 95 persen. Itu akan lebih bagus," tutur Setyo.

Sementara Gusnul Yakin sendiri memilih jawaban diplomatis, terkait kekalahan timnya atas Semen Padang. Ia enggan berkomentar, saat disinggung mengenai kekalahan timnya karena alasan akuisisi saham. Ia hanya mengatakan, bila timnya memang kalah segalanya atas tuan rumah Semen Padang, dalam laga yang digelar di Stadion H Agus Salim kemarin.

"Persiapan kami relatif mepet. Ada beberapa pemain yang baru bergabung dengan tim, dan hanya berselang beberapa hari saja sebelum tim berangkat ke Padang," ujar Gusnul singkat, dalam situs resmi LPIS. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait