thumbnail Halo,

Pada laga selanjutnya, Gresik United akan ditantang oleh tuan rumah Persija Jakarta.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK    
Kekalahan di kandang sendiri atas Mitra Kukar, Jumat (8/2) lalu, rupanya masih membekas dalam ingatan pelatih Gresik United Suharno. Ia menyatakan, bila kekalahan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi dirinya, untuk bisa memperbaiki kinerja timnya pada laga-laga selanjutnya.

Saat laga kontra Mitra Kukar di Stadion Petrokimia tersebut, Gresik United memang tidak diperkuat oleh tiga pilar utamanya. Mereka adalah kapten tim Gustavo Chena dan penjaga gawang Heri Prasetyo, yang masih dibekap cedera. Kemudian Matsunaga Shohei, yang harus menepi lantaran hukuman akumulasi kartu.

Namun saat disinggung mengenai absennya tiga pilar tersebut, Suharno dengan tegas menolaknya. Ia mengatakan, bila kekalahan perdana di kandang sendiri kemarin, tidak ada hubungannya dengan absennya ketiga pemain yang biasa menghiasi starting line up Gresik United tersebut.

“Kami kalah bukan karena absennya tiga pemain itu. Kekalahan kemarin lebih dikarenakan, pressing buruk yang dilakukan oleh pemain kami terhadap pemain Mitra Kukar. Selain itu, dalam segi permainan, sebenarnya kedua tim sama-sama tampil bagus kok,” ungkap Suharno kepada GOAL.com Indonesia.

Mantan arsitek Arema ISL musim lalu itu juga menjelaskan, bila tiga gol yang bersarang ke gawang timnya seharusnya tidak perlu terjadi. Ia pun menggaris-bawahi, bila gol-gol yang dihasilkan oleh para pemain Mitra Kukar, lebih dikarenakan karena kurang fokusnya para pemainnya dalam menghalau setiap serangan Mitra Kukar.

“Pelajaran penting saat dikalahkan Mitra Kukar adalah, betapa pentingnya rotasi pemain dalam sebuah tim. Dengan absennya tiga pemain, saya bisa mengetahui kemampuan seorang pemain saat menggantikan pemain-pemain yang absen. Agus Indra (Kurniawan) misalnya, ia bermain sangat baik ketika menggantikan peran Gustavo Chena,” paparnya.

Selain memuji penampilan Agus Indra Kurniawan, Suharno juga memuji penampilan Siswanto di laga kontra Mitra Kukar. Berkat penampilan menawan Siswanto, Gresik United mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Saat itu Gresik United sudah tertinggal 2-0 dari Mitra Kukar, Siswanto lantas dengan berani melakukan solo run dan akhirnya berhasil merobek jala Mitra Kukar yang dikawal Syamsidar.

“Siswanto tampil bagus, ini akan menjadi catatan bagi tim. Ke depan, kami akan instruksikan kepada para pemain lainnya, untuk tidak takut dan berani mencoba melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Siswanto,” tegasnya.

Pada laga selanjutnya, Gresik United akan ditantang oleh tuan rumah Persija Jakarta. Namun, laga ini takkan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno seperti biasanya. Sebab secara mendadak, PT Liga Indonesia selaku operator dari kompetisi Indonesia Super League (ISL), memberitahukan kepada jajaran Gresik United, bila laga akan dipindah ke Stadion Manahan yang berada di Kota Solo.

“Alasan pastinya kami belum tahu. Tapi yang pasti, kami sudah dikontak oleh salah satu perwakilan dari PT Liga, jika laga menghadapi Persija akan dilangsungkan di Stadion Manahan. Ini yang kami sesalkan, karena kami sudah terlanjur booking hotel di Jakarta untuk menginap para pemain dan official,” terang media officer Gresik United, Adi Sarminto.

Adi juga menyayangkan sikap perwakilan PT Liga, yang memberitahukan perpindahan tersebut setelah tenggat H-7 lewat. “Sesuai manual liga, harusnya pemberitahuan itu dilakukan H-7. Dan itupun, harusnya dilakukan oleh Panpel Persija, bukan pihak PT Liga. Tapi tidak apa, kami akan mematuhinya dengan berangkat ke Solo,” pungkasnya. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait