thumbnail Halo,

Hansson mengakui ini menjadi pengalaman pertama untuk dirinya.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    
Meski berhasil memetik poin penuh di kandang Gresik United, sekaligus memenuhi janjinya, namun pelatih Mitra Kukar Stefan Hansson sedikit kecewa pada laga yang digelar di Stadion Petrokimia, Jumat (8/2). Ia menyayangkan, tentang kondisi yang kurang kondusif saat pertandingan berlangsung.

This no good match! Pemain ribut, suporter lempar-lempar ke tengah lapangan, suasana yang kurang profesional. Di negara saya, tak ada pemandangan seperti ini. Jadi, ini pengalaman baru bagi saya,” ungkap Stefan Hansson kepada para wartawan usai pertandingan.

Menurut pelatih berkebangsaan Swedia tersebut, kalah, imbang, atau menang, itu sudah biasa dalam sepakbola. Meski ia juga menyadari, pertandingan kali ini memang menentukan pemuncak klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13. Sebab sebelum laga digelar, baik Mitra Kukar maupun tuan rumah Gresik United mengemas poin yang sama, yakni 12 poin.

“Saya tahu ini pertandingan yang menentukan, kami sama-sama butuh poin untuk tetap berada di puncak klasemen. Jadi, ketegangan pasti ada, apalagi Gresik sebagai tuan rumah. Tapi, bukan begini caranya [mengkritik ulah suporter Gresik United]. Harusnya kita berani fair play, kalau kalah ya harus menerima,” sambungnya.

Dalam laga ini, Gresik United kalah 3-1 dari Mitra Kukar melalui gol-gol yang dicetak oleh Zulham M Zamrun pada menit ke-18 dan ke-38, serta satu sumbangan dari Zulkifly Syukur di menit ke-75. Sementara gol balasan dari Gresik United dilesakkan Siswanto saat babak kedua baru berjalan dua menit.

Gresik United sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, dalam pertandingan ini. Namun sayangnya, eksekusi penalti yang diambil oleh Aldo Barreto pada menit ke-57 masih melayang di atas gawang Mitra Kukar, yang dalam laga ini dikawal oleh Syamsidar. Skor akhir pun tak berubah menjadi 2-2, malah menjadi 3-1 untuk keunggulan Mitra Kukar, karena mereka sukses menambah satu gol.

“Mereka punya momen untuk menyamakan kedudukan, sayang mereka kurang beruntung, tendangan penalti Aldo tidak gol. Dan setelah momen itu, kami kembali punya semangat dan akhirnya bisa tambah gol. Saya rasa, Gresik tim bagus, sayang mereka kurang beruntung saja dalam laga ini,” jelas Hansson.

Ya, selain gagalnya eksekusi penalti yang diambil oleh Aldo. Skuat Gresik United yang tampil tanpa diperkuat oleh Gustavo Chena dan Matsunaga Shohei, memang memiliki banyak peluang. Tapi dari sekian banyak peluang yang mereka miliki, hanya satu yang berhasil dikonversikan menjadi gol, melalui tendangan Siswanto.

“Kami kurang beruntung pada laga ini, banyak peluang yang tak bisa dimaksimalkan, termasuk gagalnya eksekusi penalti Aldo. Bagi saya pribadi, kalah atau menang itu sudah biasa dalam pertandingan, sebab bola itu bundar,” kata CEO dari PT Persegres Jaka Samudra Soesanto Tjahjo Kristiono, selaku pengelola tim Gresik United.

Sementara jajaran manajemen dan pelatih Gresik United lainnya memilih langsung meninggalkan stadion, dan tidak bersedia dikonfirmasi lebih lanjut terkait hasil pertandingan kali ini. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait