thumbnail Halo,

Panpel merasa 'kecolongan’ oleh beberapa tindakan suporter yang terpancing emosinya.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    
Kurang kondusifnya laga Gresik United kontra Mitra Kukar di Stadion Petrokimia, Jumat (8/2), juga disayangkan oleh panitia pelaksana pertandingan (panpel) pihak tuan rumah. Kejadian kurang kondusif yang tersaji dalam laga sengit tersebut dinilai oleh panpel, di luar perkiraan sebelumnya.

Menurut ketua panpel Gresik United Khoirul Anam, pihaknya sebenarnya sudah berusaha maksimal untuk menggelar pertandingan tersebut sebaik-baiknya. Hanya saja, mereka ‘kecolongan’ oleh beberapa tindakan suporter yang terpancing emosinya, terutama penonton yang berada di tribun VIP di belakang bench pemain Mitra Kukar.

“Kami juga kaget melihat kejadian itu [aksi saling lempar antara pemain Mitra Kukar dan penonton di tribun VIP]. Terus terang kami merasa kecolongan, dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk menggelar laga kandang berikutnya,” sesal Khoirul Anam kepada GOAL.com Indonesia.

Laga ini sendiri memang berlangsung sengit dan tegang, tuan rumah Gresik United bahkan harus tertinggal lebih dulu di babak pertama, melalui dua gol yang dilesakkan Zulham M Zamrun pada menit ke-18 dan ke-38. Namun di babak kedua, Gresik United sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, melalui kaki Siswanto di menit ke-47.

Ketegangan di antara pemain dan lantas merembet ke suporter, berawal saat Aldo Barreto gagal mengeksekusi hadiah penalti pada menit ke-57. Tendangannya melayang di atas mistar gawang Mitra Kukar, yang pada laga ini dikawal oleh Syamsidar. Terlebih setelah itu, para pemain Mitra Kukar terkesan mengulur-gulur waktu, dengan banyak merintih kesakitan dan meminta wasit memberi hadiah pelanggaran.

Atas ulah para pemain tim berjuluk Naga Mekes tersebut, dengan kondisi timnya yang sudah ketinggalan, membuat sebagian suporter Gresik United mulai terpancing emosinya, dan lantas melempar botol-botol minuman air mineral ke tengah lapangan.

Puncaknya, saat Gresik United kembali kebobolan oleh gol yang dicetak oleh Zulkifly Syukur pada menit ke-75. Penonton yang berada di tribun VIP di belakang bench para pemain Mitra Kukar mulai berulah, dengan melempari mereka dengan botol minuman air mineral.

Tak terima dengan perlakuan para suporter Gresik United, beberapa pemain Mitra Kukar lantas membalas tindakan pelemparan tersebut. Akibatnya, suasana semakin tak kondusif, yang memaksa aparat keamanan ‘turun tangan’ untuk menenangkan keadaaan. Di waktu yang sama, di tengah lapangan, para pemain kedua tim juga terlibat saling dorong dan pukul.

Imbasnya, pertandingan sempat dihentikan beberapa menit oleh wasit M. Thoriq Al-Katiri. Dan pertandingan kembali dilanjutkan, setelah Syamsidar dan pemain Gresik United Riski Novriansyah diganjar kartu merah, karena terlibat saling pukul dan memprovokasi rekan-rekannya.

“Padahal, kami sudah melibatkan 634 anggota keamanan, gabungan dari anggota TNI AD, Polisi dan Satpol PP, untuk mengamankan laga kali ini. Tapi nyatanya, kejadian tersebut masih ada. Ke depan, kami akan evaluasi ulang dan bisa jadi jumlah personel keamanan akan kami tambah,” jelasnya.

Menurut Khoirul Anam, jumlah personel keamanan tersebut secara otomatis akan ditambah, bila Gresik United bertemu dengan tim lain yang juga membawa suporternya.

“Jumlah itu pasti tambah banyak, bila tim yang dihadapi membawa suporternya. Sebenarnya, kami sudah meminta pihak keamanan untuk berjaga di belakang bangku cadangan tim lawan. Tapi nyatanya, kejadian seperti ini masih terjadi juga,” keluhnya. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait