thumbnail Halo,
"Bersanding" dengan Diego Maradona ketika Luis Manuel Blanco diperkenalkan sebagai pelatih tim Beijing U-20.

PROFIL: Siapakah Luis Manuel Blanco?

"Bersanding" dengan Diego Maradona ketika Luis Manuel Blanco diperkenalkan sebagai pelatih tim Beijing U-20.

luismanuelblanco.com

Nama pelatih asal Argentina ini rupanya tidak terlalu dikenal di negaranya sendiri...


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Hanya semalam setelah kekalahan Indonesia 1-0 dari Irak di kualifikasi Piala Asia 2015 di Dubai, ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein melakukan pengumuman mengejutkan, Kamis (7/2) siang.

Dua pria Latin bertampang asing mendampingi Djohar dalam konferensi pers. Salah satunya mungkin sudah dikenal jurnalis desk luar negeri ataupun di kalangan diplomat, yaitu Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Javier Sanz de Urquiza. Satunya lagi duduk di tengah menjadi pokok sorotan media siang itu diperkenalkan bernama Luis Manuel Blanco.

Djohar memperkenalkan Blanco sebagai juru taktik timnas senior dan U-23 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Blanco akan membawa serta tim kepelatihannya yang beranggotakan Jorge Di Gregorio dan Marcos Conenna. Anehnya, Djohar juga menambahkan posisi Nil Maizar saat ini tidak disingkirkan karena komposisi tim kepelatihan Blanco akan digabung dengan yang sudah terbentuk. Seperti diketahui, saat ini Nil didampingi asisten asal Brasil, Fabio Oliveira.

Tidak hanya publik sepakbola Indonesia yang terkejut, tetapi juga anggota komisi eksekutif PSSI sendiri, Bob Hippy. Penunjukan diyakini merupakan buah pertemuan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kischner di Jakarta, medio Januari lalu. Belum ada tanggapan yang disampaikan Nil karena saat pengumuman dilakukan rombongan timnas masih bersiap pulang dari Dubai.

Lantas, siapakah Luis Manuel Blanco? Laman pribadinya menjelaskan dia pernah berkiprah sebagai pesepakbola di sejumlah klub di divisi utama Argentina, Kanada, dan Bolivia antara 1972-1990. Lanus dan Boca Juniors menjadi dua klub top yang pernah diperkuatnya. Blanco banting setir menjadi pelatih pada 1991 dengan menangani klub Meksiko, Cobras Ciudad de Juarez, kemudian malang melintang di banyak klub hingga akhirnya menangani "timnas Cina U-20" pada 2012.

Ketika redaksi GOAL.com Indonesia mengonfirmasi jabatan Blanco kepada GOAL.com Cina, kami mendapatkan klarifikasi. Pelatih timnas Cina U-20 pada kurun waktu 2011-2012 adalah pria asal Belanda yang lama menghuni Ajax Amsterdam, Jan Olde Riekerink. Sebelumnya, Su Maozhen menangani tim Cina U-20 pada 2009 hingga 2011 dan untuk tahun ini federasi setempat kembali menunjuk pelatih lokal, yaitu Li Bing.

Diduga posisi Blanco sebenarnya adalah pelatih tim Beijing U-20 yang dipersiapkan mengikuti pekan olahraga nasional (semacam PON) Cina di Liaoning tahun ini.

Penelusuran ke GOAL.com Argentina memberikan kami temuan menarik. Jabatan "director tecnico" AFA seperti yang tertera di halaman LinkedIn milik sang pelatih bukan berarti Blanco menjabat sebagai direktur teknik atau bekerja di federasi asal negaranya, melainkan hanya penegasan kalau dia memiliki sertifikat kepelatihan AFA selama 22 tahun terakhir.

Selain itu, ada pula cerita yang lebih menarik. Ketika menangani Platense Athletic Club pada 1993 hingga 1996, Blanco dengan berani mempromosikan seorang anak muda blasteran Prancis ke dalam skuat utama klub  asal Buenos Aires itu. Dua bulan menjelang usianya yang ke-17 tahun, pemain yang bernama David Trezeguet itu diberi Blanco kesempatan tampil debut di divisi utama Argentina. Tahun berikutnya, 1995, Trezeguet pindah ke AS Monaco dan tiga tahun kemudian menjuarai Piala Dunia bersama timnas Prancis.
"Indonesia punya banyak pemain bagus, tapi kurang pelatihan untuk pelatih. Memang sulit, tapi menggoda"

Di negara asalnya, Blanco dikenal sebagai pelatih yang mempromosikan Trezeguet, tetapi tak banyak yang mengetahui sepak terjang pria berusia 59 tahun itu. Kepada Ole, Blanco mengisahkan perjodohannya dengan Indonesia.

"[Saya dihubungkan dengan Indonesia] Dari seorang agen FIFA yang dulu pernah menjadi pemain dan kini beralih menjadi pengusaha," ungkapnya.

"Mereka punya enam kandidat, tetapi kemudian memilih saya. Saya mengatur semuanya melalui telekonferensi dengan penerjemah di Cina. Kami berangkat Rabu dan kemudian sepakat masalah finansial serta kontrak berdurasi dua tahun."

"Menjadi pelatih tim yang berskala besar merupakan kehormatan yang mungkin tak bisa diraih semua pelatih. Lihat misalnya [Reinaldo] Merlo di Racing Club, begitu sukses menjadi juara setelah bertahun-tahun puasa gelar, mereka membuatkannya patung. Indonesia paling besar berharap lolos atau mungkin melangkah sedekat mungkin ke Piala Dunia. Saya rasa untuk jangka panjang hal itu bisa dilakukan."

Reinaldo "Mostaza" Merlo yang disinggung Blanco merupakan pelatih yang sukses membawa Racing menjuarai liga Argentina pada 2001 atau 35 tahun setelah gelar terakhir mereka. Sebagai bentuk penghormatan, Racing mendirikan khusus patungnya.

"Entah apa saya bisa dibuatkan patung atau tidak, tapi mereka sudah mengenal reputasi Argentina," imbuh Blanco saat digoda pertanyaan apakah ingin menyamai "prestasi khusus" Merlo.

"Saya menyukainya karena Indonesia belum meraih prestasi apapun. Mereka punya banyak pemain bagus dan saya rasa yang kurang adalah pelatihan untuk pelatih. Memang sulit, tapi ini menggoda saya."

Blanco mengaku telah mengambil pengalaman mengenal karakter pemain Asia ketika menangani tim Beijing.

"Mereka sangat ramah. Mereka cepat dan punya reaksi yang bagus, tapi harus membentuk kekuatan fisik," sambungnya.

"Kami harus membuatnya tidak terlalu patuh, mungkin sedikit berjiwa pemberontak, seperti karakter banyak pemain Argentina. Mereka bermain tidak efektif, tapi punya banyak pemain berkualitas."

Beberapa jam setelah pengumuman Blanco sebagai juru taktik timnas yang baru, komisi eksekutif PSSI pun melakukan pengumuman tentang rencana penunjukan Lionel Charbonnier, mantan kiper ketiga timnas Prancis, sebagai direktur teknik serta mantan pelatih Persibo Bojonegoro asal Brasil, Paolo Camargo, sebagai pelatih tim Indonesia U-14.

Di tengah penyelesaian konflik internal federasi sepakbola tanah air, posisi kepelatihan timnas kini sangat bernuansa multinasional. Sangat menarik menantikan kiprah Blanco, Charbonnier, dan Camargo ketika mereka mulai bertugas kelak. Meski muncul pertanyaan, bagaimana nasib Nil Maizar selanjutnya?


LUIS MANUEL BLANCO

Tanggal lahir: 13 Desember 1953
Kebangsaan: Argentina
Kiprah sebagai pelatih:
Kiprah sebagai pemain:
1991-92 Cobras Ciudad Juárez, Meksiko
1993-96 Platense Athletic Club, Argentina
1997-98 Veracruz, Meksiko
1998 Belgrano, Argentina
1999 Deportivo Español Club, Argentina
2000-01 Independiente Mendoza, Argentina
2002 Deportivo Godoy Mendoza, Argentina
2003 Gimnasia Jujuy, Argentina
2004 Jorge Wilsterman, Bolivia
2005 Huracan, Argentina
2006 San Martín de Mendoza, Argentina
2007 Lujan de Cuyo, Argentina
2008 Club Sport Cartaginés, Kosta Rika
2009 Los Andes, Argentina
2010-11 Dínamo Tirana, Albania
2011-12 3 de Febrero, Paraguay
2012 Beijing U-20, Cina
1972-1990
(antara lain:)
Lanus, Argentina
Boca Juniors, Argentina
Oriente Petrolero, Bolivia
Atlanta , Argentina
Toronto Metros, Kanada
Tigre, Argentina
Jorge Wilsterman, Bolivia


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait