thumbnail Halo,

Saling klaim yang paling sah dilakukan oleh Arema IPL versi Winarso dan versi Nursalam.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Kompetisi Indonesian Premier League [IPL] yang kurang seminggu lagi nampaknya masih terasa buram terutama bagi Arema IPL. Tim yang bermain di stadion Gajayana ini masih terlibat dualisme. Uniknya, LPIS sebagai operator masih terkesan cuci tangan untuk memberikan keputusan secara cepat siapa yang berhak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ada dua kubu Arema IPL yang sama-sama mendaftarkan pemain mereka untuk berkompetisi IPL. Mereka adalah Nursalam dan Winarso. Kedua skuat itu melakukan persiapan berbeda. Jika Nursalam melakukan persiapan di kota Malang dan kerap memakai Gajayana, maka tim dari Winarso sama sekali tidak nampak di Malang.

Polemik ini nampaknya diperhatikan betul oleh pengelola Arema, yaitu Ancora. Dikabarkan perusahaan yang musim lalu membiayai Arema itu menarik diri untuk memberikan dana.

Informasi itu diperoleh dari pengacara Arema IPL versi Winarso, Erpin Yuliono. Dia menjelaskan pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri dari PT Setia Bina Nusa sebagai anak perusahaan Ancora untuk tidak memberikan dana kepada Arema IPL.

"Surat itu ditandatangani oleh Nursalam yang meminta persutujuan Pak Win [Winarso] atau pengunduran dirinya. Ibaratnya sekarang hanya Arema [IPL] yang dikelola oleh kita saja yang bakal bermain di IPL," kata Erpin.

GOAL.com Indonesia sendiri langsung berupaya menghubungi Abridi Muhara sebagai general manager Arema IPL versi Nursalam tentang kebenaran pernyataan Erpin. Secara tak terduga, Abriadi menjelaskan jika sampai saat ini tidak ada surat pengunduran diri dari Nursalam sebagai CEO PT Setia Bina Nusa.

"Saya sudah kontak pak Nursalam, sama sekali tidak pernah ada surat yang dikirimkan ke Winarso. Ancora tetap sebagai pengelola Arema, karena itu klaim mereka [Winarso] tidak bisa diakui karena memang tidak benar," kata Abriadi.

Nampaknya saling klaim itu masih akan terjadi hingga LPIS menentukan siapa yang bakal bermain di kompetisi, karena hingga kini belum ada keputusan perihal ini.

Sementara itu, dari susunan pemain yang didaftarkan, materi seadanya terdapat pada Arema IPL versi Winarso. Sedangkan untuk versi Nursalam terdapat beberapa nama tenar semacam Noh Alamshah hingga Roman Chmelo. Berikut ini adalah daftar susunan pemain yang didaftarkan oleh dua Arema IPL. (gk-48)

Arema IPL
versi Nur Salam Tabussala

Sukasto Effendy, Dennis Sapriyanto, Aji Saka; Irfan Raditya, Saddam H Tenang, Hermawan, Choirul Rifan, Leonard Tupamahu, Waluyo, Legimin Raharjo, Faris Bagus Dinata, Wahyu Gunawan ; Asmar Abu, Irsyad Aras, Ardan Aras, Juan Revi, Anggo Julian, Putut Waringin Jati, Amiruddin Marko Krasic, Roman Chmelo; Budi Sudarsono, Jaya Teguh Angga, Moniaga Bagus, Noh Alam Shah, Emile Mbamba, Dejan Antonic (pelatih).

versi Winarso
Dede Sulaiman, Agus Marwanto, Tomi Zaelani, Khomad Suharto, Kurniadi Tsalasa, Liswanto, Ibrahim dan Yusrizal, Ade Chandra, Rahardian Adi, Galih Rajasa, Febi Martika, Duani Pasatri, Herman Romanshah, Andri Lesmana dan Muhammad Mulyana, Yusup Maulana, M Andik Ardiayansyah, Abdurahman Gurning (pelatih).

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.



Terkait