thumbnail Halo,

Roekito menyatakan dirinya tak akan menyalahkan dan bergantung pada satu atau dua pemain saja.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  SURABAYA    
Sebagai pendatang baru di kancah Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13, skuat Persepam Madura United (P-MU) rupanya masih kesulitan dalam melakukan adaptasi. Itu terkait dengan atmosfer persaingan ketat di antara para kontestan.

Tiga laga awal menjadi barometer, meski ketiganya merupakan laga away. Kalah telak 4-0 dari tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, kekalahan dengan skor yang sama terulang kala mengunjungi Stadion Mandala, markas Persipura Jayapura. Dan terbaru, kalah 2-0 dari tuan rumah Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan, Minggu (3/2).

“Klub Madura ini kan baru. Saya dengan tim ini [masuk sebagai pelatih] juga baru dua minggu, sehingga kita maju pelan-pelan saja. Tapi kita tetap akan terus melakukan evaluasi kesalahan-kesalahan mendasar. Saya tidak akan menyerah,” ujar pelatih Persepam Daniel Roekito kepada GOAL.com Indonesia.

Materi dengan kombinasi pemain senior dan junior, rupanya tak banyak membantu tim berjuluk Laskar Sapeh Kerap dalam mendulang poin perdananya. Seperti terakhir, saat lawan tuan rumah Persiwa. Di mana dua gol yang masuk ke jala Persepam, yang pada laga tersebut dikawal oleh Alfonsius Kelvan. Dinilai oleh mantan arsitek Persik Kediri dan Persib Bandung itu, lebih dikarenakan kesalahan yang dilakukan oleh anak asuhnya.

Pada laga kontra Persiwa kemarin, jala gawang Persepam bergetar dua kali melalui aksi menawan yang disuguhkan oleh Guy Junior Nike Ondoua, masing-masing pada menit ke-11 dan menit ke-60.

“Terkait dua gol yang berhasil dicetak tim lawan [Persiwa], ini mutlak karena kesalahan para pemain belakang saya,” jelasnya.

Masuknya Kristian Adelmund yang menggantikan slot Stephen Mennoch, juga belum banyak memberikan perubahan bagi Persepam. Bersama dengan Fachrudin, Ishak Djober, dan Firly Apriansyah, mantan pemain PSIM Jogjakarta musim lalu tersebut belum bisa membuat benteng pertahanan Persepam tampil lebih kokoh.

Memang, masih ada variabel lain yang ikut menentukan kiprah Persepam di ISL musim ini. Semisal, mereka belum menggelar laga kandang. Dan, sang kapten yang berposisi sebagai stopper Tassio Bako, masih juga bisa bergabung bersama tim akibat dibekap cedera. Ia bahkan tak bisa bergabung bersama tim, saat Persepam melakoni tur Papua kemarin.

“Saya tak akan menyalahkan dan bergantung pada satu atau dua pemain saja. Memang Bako tak bisa dimainkan, tapi bukan lantas kita menyerah. Saya terus akan mengoptimalkan skuat yang ada, karena saya sudah berjanji kepada manajemen untuk membangun kekuatan baru, dengan bermaterikan pemain yang sudah ada. Mau bagaimana lagi, ketika saya masuk, sebagian besar pemain di sini sudah teken kontrak,” paparnya.

Praktis, saat didapuk menjadi pelatih Persepam, Daniel mewarisi skuat yang ditinggalkan oleh Mustaqim. Daniel hanya ‘kebagian’ mendatangkan Zaenal Arif, Busari, dan Kristian Adelmund. Namun ini tak lantas membuatnya menyerah, ia justru tertantang membuktikan kapasitasnya.

"Melatih tim yang baru muncul seperti Persepam ini, menjadi tantangan buat saya. Ini adalah tantangan. Saya harap, ke depan bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

Dengan poin yang belum didapat, kini Persepam harus puas berada di dasar klasemen sementara ISL musim 2012/13. Mereka menjadi juru kunci, sebab dari tiga pertandingan mereka belum mengoleksi poin satu pun, dengan minus sepuluh gol. Sebuah tantangan untuk merubah semua itu bagi Daniel, kala tim arahannya melakoni laga kandang pada Sabtu (9/2) mendatang, saat menjamu Persidafon Dafonsoro. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait