thumbnail Halo,

Gol PBR tercipta karena keputusan keliru dari pemain belakang.


LIPUTAN   GUNAWAN WIDYANTARA     DARI    BANDUNG    
Pelatih PSPS Pekanbaru Mundari Karya mengatakan hasil imbang 1-1 timnya melawan tuan rumah Pelita Bandung Raya (PBR) adalah hasil yang cukup realistis. Pulang dengan tiga poin sebenarnya hampir bisa diwujudkan PSPS namun gol Makan Konate dimenit 73, bisa dijawab Mijo Dadic dua menit sebelum bubaran.

"Hasil yang realistis, ini wajar. Saya menilainya kedua kesebelasan tampil di bawah standar," kata Mundari.

"PBR tidak bermain dengan kemampuan maksimal. Hal sama menimpa PSPS. Terlalu banyak kesalahan-kesalahan elementer yang dilakukan."

"Raihan satu poin harus disyukuri. Memang PSPS bisa menciptakan banyak peluang tetapi lini depan kurang tajam."

"Harapan mendapat tiga poin memang sempat mencuat apalagi melihat materi muda yang dimiliki lawan, sayang finishing touch jadi kendala."

Mundari juga mengakui fisik para pemain menurun dan gol PBR tercipta karena keputusan keliru dari pemain belakang.

"Keletihan jelang pertandingan selesai jelas terlihat. Gol PBR tercipta setelah kami mendapat sepakpojok, para pemain belakang ikut merangsek ke depan."

"Harusnya mereka mengamankan lini belakang apalagi pertandingan tidak lama lagi selesai. Benar saja, ketika kehilangan bola, PBR melancarkan serangan balik dan tekanan yang diberikan berbuah gol penyama kedudukan."

"Secara keseluruhan saya puas karena bisa membawa pulang poin dari kandang lawan," tandasnya. (gk-15)

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait