thumbnail Halo,

Untuk melawan Yordania, Nil akan menerapkan pola 70 bertahan dan 30 persen menyerang.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Manajemen Timnas Pra Piala Asia 2015 akhirnya mengikuti kemauan PSSI untuk tetap berangkat ke Yordania dalam partai uji coba, dua hari sebelum hari H, 31 Januari 2013.  Keberangkatan skuat Garuda ini terbilang mendadak, mengingat Senin kemarin manajer Mesak Manibor menegaskan tidak akan berangkat karena akan menyulitkan bagi recovery pemain.

Andik Vermansyah dkk berangkat dari Medan tepatnya Hotel Saka, Selasa (29/1) sore sekira pukul 16.00 WIB dan dijadwalkan terbang ke Jakarta pukul 18.00 WIB lalu pukul 00.00 WIB ke Malaysia dan menuju Amman, Yordania. Dalam skuat yang diberangkat hanya 27 pemain, satu pemain Stevie Bonsapia terpaksa ditinggal di Medan karena paspornya belum siap.

"Tadi malam setelah koordinasi dengan Jakarta dari PSSI bahwa mereka minta kami berangkat, demi menjaga hubungan baik dengan Yordania. Hubungan baik antarnegara. Indonesia, Yordania. Itu yang penting. Dan pertandingan ini disaksikan langsung oleh Prince Ali dari AFC," ujar Mesak Manibor di sela-sela keberangkatan tim dari Hotel Saka, Selasa (29/1) sore.

Mesak menegaskan, awalnya pihaknya sempat menolak berangkat di waktu yang sangat mendesak ini. "Tadi malam setelah koordinasi dengan Jakarta, langsung dari PSSI, bahkan tadi malam kami masih bersikeras. Walaupun berat. Kami sudah koordinasi bahwa kami bisa langsung ke Dubai. Iya (memang terkesan terpaksa), dari pola persepakbolaan waktunya sangat mengganggu dan dari interfal waktu sangat mepet. Tapi tetap berdoa kepada Tuhan," ungkapnya.

Mesak kembali menampik masalah tiket dan pendanaan yang membuat jadwal tim sempat mundur dan dinyatakan batal dari tanggal 27 Januari jadi 29 Januari. "Tidak, tiket sudah oke. Tiket pulang pergi sudah oke. Soal pendanaan ya ada," bebernya.

Jumlah skuat lanjutnya mungkin bertambah saat tim lawan Yordania, dengan bergabungnya Irfan Bachdim. "Pemain yang fix berangkat 27 orang seperti perhitungan awal yang lain hanya penambahan saja. Hanya Stevie Bonsapia yang tinggal di Medan untuk menyusul ke Dubai (lawan Irak). Paspornya belum siap, dan tidak bisa lawan Yordania. Bambang (Pamungkas)  hingga saat ini memang belum ada konfirmasi. Irfan sudah komunikasi dengan kami. Dia tunggu kami di Malaysia dan langsung ke Yordania," beber Mesak.

Mesak menjelaskan tim juga tidak langsung mengikuti penerbangan  dari Medan ke Malaysia untuk menghemat waktu. "Karena kalau langsung ke Malaysia kami tunggu delapan jam di sana. Tapi kalau kami ke Jakarta hanya menunggu 30 menit di Malaysia dan langsung ke Yordania. Walaupun kami jauh lagi harus ke Yordania, secara perhitungan waktu lebih efektif. Kalau kelelahan di airport di Malaysia bisa repot juga," tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar tak menampik keberangkatan dadakan ke Yordania ini mempengaruhi kondisi fisik skuatnya. "Kita ke Yordania ini kan untuk uji cba yang maksimal, namun dengan keterlambatan ini tentu tidak bisa jadi maksimal. Harusnya berangkat min H min tiga. Recovery trainning untuk pemain tidak akan maksimal soal hasil permainan itu saya tidak tahu," tukasnya.

Menurut Nil, pemulihan kondisi pemain sejatinya butuh 72 jam recvery. "Konsekwensinya begini, tidak optimal. Kasihan pemain, capek, karena perjalanan jauh. Uji coba ini penting untuk persiapan lawan Irak, tapi jadi tidak maksimal karena kelelahan," ucapnya.

Nil mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebagai pelatih, dia sudah memberikan jadwal sesuai kebutuhan tim. "Saya sudah kasih jadwal ke manajemen tanggal 27 (Januati) berangkat, 28 sampai, 29 uji lapangan, 30 latihan dan 31 tanding. Tapi kejadiannya lain, saya tidak mau komentar soal itu," tuturnya.

"Saya bangga dengan pemain saya. Mereka ibarat taliban semua, kalau disuruh 'perang' mereka siapp," tegasnya.

Melawan Yordania semua pemain oke, hanya lawan Irak, Timnas tidak akan diperkuat Agung Supriyanto yang di Piala AFF 2012 dikartumerah.

Untuk melawan Yordania, Nil akan menerapkan pola 70 bertahan dan 30 persen menyerang, ini dilakukan bukan tidak mau bermain terbuka. "Tapi karena Jordania punya persiapan yang baik dengan pola 4-4-1-1," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait