thumbnail Halo,

Manajemen timnas menyurati Semen Padang terkait pemanggilan tiga pemain mereka.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Skuat timnas Indonesia Pra Piala Asia 2015 langsung berbenah usai kekalahan 3-2 dari Semen Padang dalam uji coba di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Kamis (24/1). Tidak ada waktu jeda, Andik Vermansyah dkk langsung digeber latihan, Jumat (25/1)  pagi dan sore, di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU).

Pelatih timnas Nil Maizar dibantu direktur teknik Danurwindo langsung memberikan intruksi latihan. Starting eleven (Novan Setya, Raphael Maitimo, Wahyu Wijiastanto, Nopendi, Hendri Bayauw, M Taufiq, Rasyid, Oktavianus, Venri Mofu, Andik Vermansyah) dalam laga uji coba melawan Semen Padang  mendapatkan materi khusus, sedangkan pemain lainnya dilatih dipisah.

Nil Maizar mengakui ada beberapa kesalahan yang dilakukan skuatnya saat melawan Semen Padang.

“Makanya kami rekontruksi hari ini, apa kesalahannya. Karena gol-gol [Semen Padang] itu tidak seharusnya terjadi, karena itu kesalahan yang sangat fatal. Kami sudah diskusi dengan pemain-pemain tadi, kami tanya mereka dan secara umum, memang mereka mengakui mainnya kurang bagus,” ujarnya usai latihan.

Kesalahan-kesalahan tersebut, lanjut Nil, adalah masalah posisi, di mana tidak melakukan penjagaan terhadap pemain lawan, dan hampir semua lini dievaluasi. Dalam  uji coba lawan Semen Padang, lini belakang beberapa kali melakukan kesalahan. Pemain yang saat itu memegang ban kapten, Wahyu Wijiastanto, beberapa kali kehilangan posisinya dan takluk saat berhadapan dengan striker Edward Wilson dan Titus Bonai. Begitu juga dengan Nopendi di bek kanan yang kalah lari dengan pemain lawan dan terpaksa membiarkan gelandang Esteban Viscara bebas menyuplai umpan-umpan matangnya ke daerah pertahanan timnas.

“Dalam sepakbola ini, kalau Anda dalam penjagaan salah saja dalam satu detik lawan bisa cetak gol apalagi di belakang,” timpalnya.

Mantan pelatih Semen Padang ini mengungkapkan evaluasi kesalahan tidak hanya saat timnya takluk dari Semen Padang, tapi juga menyeluruh dari lawan Pro Duta.  

“Kesalahan lawan Pro duta dan Semen Padang hal yang prinsip yang tak boleh terjadi, apalagi kita nanti lawan Irak [Pra Piara Asia Grup C] dan Jordania [uji coba]. Harus disiplin, lini belakang, lini tengah  dan depan. Kalau pemain lawan dibiarin saja  ya cetak gol. Harus ada penjagaan, fokus dan konsetrasi,” tegasnya.

Namun, Nil memastikan tidak bisa serta merta menyalahkan para pemainnya atas torehan kekalahan melawan Semen Padang dan seri lawan Pro Duta.

“Tim pelatih mengarahkan, saya tidak punya apa-apa, kalau mereka bikin salah kita arahkan lagi. Tidak bisa kita blame [salahkan], nanti dipulangin siapa yang main. Pertandingan kemarin kan bukanlah akhir segalanya, masih persimpangan jalan, kita ada jalan lain yang harus kita tuju,” paparnya.

Menyoal pemanggilan tiga pemain Semen Padang, Titus Bonai, Nur Iskandar dan Joshua Pahabol, Nil menyerahkan semuanya ke  manajemen timnas dan lampu hijau manajemen Semen Padanng.

“Buat saya kalau masuk dalam 52 tim kalau layak kita panggil, tapi enggak tahu. Ya ada Tibo masuk 52, ada namanya pemain yang pernah ikut SEA Games dan AFF, itu terdaftar di Asia. Tergantung manajemennya (Semen Padang) apakah menyerahkan apa tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, manajer timnas, Mesak Manibor, di lokasi yang sama, menambahkan manajemen timnas sudah membuat surat resmi untuk pemanggilan ketiga pemain Semen Padang tersebut.

“Sudah kami komunikasi dengan manajemen Semen Padang, pada prinsipnya enggak ada masalah. Hanya pada prinspipnya mereka minta kami siapkan surat pemanggilan seperti yang lain. Pada prinsipnya mereka bersedia dan hari ini suratnya sudah disiapkan. Kalaupun secara lisan komunikasi sudah kami ajukan. Mungkin yang pertama itu Tibo  [Titus Bonai] harus sudah bergabung (ke timnas) karena dia pemain lama sudah pernah memperkuat AFF dan AFC dan ada namanya di sana, tidak sulit, kami tinggal lihat paspornya saja,” beber Mesak.

Untuk dua pemain lainnya, Pahabol dan Nur Iskandar, kata Mesak, akan diikutsertakan saat timnas menjamu Arab Saudi di Indonesia, 22 Februari 2013 mendatang.

Tentang reaksi penonton yang kecewa dan menyorakkin skuat timnas di akhir pertandingan lawan Semen Padang, Mesak tak banyak komentar.  Penonton di Stadion Lubukpakam, sejatinya pada babak pertama sudah mengeluarkan berbagai komentar di tribun tertutup pascagol Semen Padang dan beberapa pemain timnas yang sering kali kehilangan bola. Puncaknya, sepuluh menit babak kedua berakhir. Andik Vermansyah yang diduga kesal dengan komentar-komentar penonton di tribun terbuka arah timur melampiaskannya dengan menendang bola ke pagar membatas. Setelah itu sejak menit ke-80, tiap kali Andik memegang bola langsung disorakkin penonton. Tidak hanya Andik, Hendra Bayau dan Maitimo pun yang sejatinya bermain cukup baik dibanding pemain lainnya, juga terkena sasaran, saat keluar digantikan Amandus Wenbun pada menit ke-82. Bayauw juga disorakkin, kemudian Raphael Maitimo yang keluar digantikan Liswanto di menit ke-83. Bedanya, di tengah sorakan Maitimo masih mendapatkan tepukan.

“Memang saya sendiri tidak melihat secara langsung, saya kira wajar-wajar saja. Tapi, sebagai anak bangsa masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan, lemahnya  timnas kita terjadi karena hal-hal nonteknis di luar dari kegiatan timnas sendiri. Tarik ulur kepentingan sepakbola yang sampai hari ini belum selesai,” jelasnya.

Mesak malah menyoal soal minimnya dukungan pemerintah dari sisi pendanaan untuk kebutuhan timnas yang hingga saat ini.  

“Dari sisi finance sesungguhnya timnas, negara harus tahu, ini anak bangsa, ini kepentingan bangsa, ini membela bangsa, oleh sebab itu harus jadi perhatian apapun itu bentuknya. Sampai sekarang belum ada, tapi kita mecoba dari sponsor yang memberi dukungan kami berharap seperti dari tahun-tahun sebelumnya langsung dari APBN,” pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait