thumbnail Halo,

Miro dianggap sebagai pelatih hebat yang mampu menanamkan karakter pemenang.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Bagi sejumlah pemain yang pernah membela Arema Indonesia, nama Miroslav Janu tidak bisa dilepaskan begitu saja bagi sejarah perkembangan karirnya. Sehingga, kematian Miro, sapaan akrabnya, membuat sejumlah kalangan pemain merasa terpukul.

Sunarto, sosok yang mencetak empat gol ketika Miro melatih Arema mengatakan, pelatih asal Republik Ceko ini sangat berjasa dalam karirnya karena sanggup membentuk mental pemenang, bukan pecundang. Sunarto yang saat itu masih berusia 20 tahun mampu mencetak empat gol krusial saat dilatih Miro, meski hanya bermain selama 524 menit.

"Saya merasakan kehilangan pelatih yang berjasa pada karir saya. Miro adalah sosok yang sangat obyektif, dia akan memilih pemain sesuai strategi, tidak peduli asing ataupun lokal," kata Sunarto kepada GOAL.com Indonesia.

Julukan Joker yang melekat pada dirinya juga diberikan Miro. Saat itu, 6 Februari 2011, Arema kesulitan menjebol gawang Persipura, Miro yang memasukkan Sunarto di menit ke-79 menggantikan Noh Alamshah, sangat gembira ketika pemain mudanya mencetak gol.

"Jika kita ibaratkan pertandingan adalah permainan kartu, Sunarto adalah Joker-nya. Sebelum melawan Persipura, dia juga menyamakan kedudukan saat kami bermain di Palembang," kata Miro dalam konferensi pers.

Pemain Arema lain yang merasakan kesedihan mendalam akibat meninggalnya Miro adalah Benny Wahyudi. Sosok full-back yang lugas ini menyatakan dirinya merasakan duka cita dan merasakan kehilangan.

"Dia adalah pelatih yang disiplin dan tegas. Punya kemampuan menjadi motivator kepada pemain muda untuk selalu lebih baik dalam setiap pekan," kata Benny Wahyudi.

Selain Sunarto dan Benny, hampir seluruh pemain, pelatih, atau mantan pemain Arema mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada Miro. Hal ini terlihat dari status BBM dan foto profil para pemain yang memajang sosok pelatih yang pernah menukangi Slavia Praha ini.

Sementara itu, manajemen Arema ISL melalui Sudarmaji juga menyampaikan duka cita mendalam. Dengan penuh kenangan, media officer itu mengatakan, Miro sangat luar biasa dalam menanamkan filosofi sepakbola Indonesia dengan membangkitkan peran anak muda.

"Arema pernah merasakan runner-up ISL, Indonesia sangat kehilangan pelatih yang memberikan inspirasi. Kami jajaran manajemen Arema menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Semoga kebaikan Miro diterima disisi-Nya," kata Sudarmaji. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait