thumbnail Halo,

Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Laga uji coba derby Sumatera Utara yang mempertemukan PSMS Medan LPIS melawan Pro Duta FC dituntaskan dalam waktu 45 menit di Stadion TD Pardede, Binjai, Rabu (23/1) sore.

Ini terjadi, setelah terlalu banyak insiden di lapangan yang tidak hanya melibatkan pemain kedua tim, tapi juga ofisial. Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1 lewat gol gelandang Pro Duta Rahmad dan gelandang PSMS Zulkarnain.

Tercatat ada beberapa insiden yang akhirnya berujung pada adu mulut dan hujan kartu. Pertama, saat kiper Pro Duta Yudha Hananta menghalau bola serangan PSMS dengan lebih dulu menangkap bola, sedangkan striker PSMS Saktiawan Sinaga yang berada di depan gawang menendang dan mengenai bagian dagu Yudha. Kiper muda yang tampil ciamik saat timnya melawan timnas Indonesia pekan lalu ini mengalami pendarahan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat RS Bina Kasih. Yudha disebutkan mengalami patah gigi. Saktiawan Sinaga diganjar kartu kuning atas aksinya tersebut.

Tak berselang lama, giliran wing-back PSMS Ary Yuganda yang diusir wasit Yu Abdillah usai menerima dua kartu kuning, setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Pro Duta. Selanjutnya sepuluh menit jelang pertandingan babak pertama usai, giliran dua gelandang masing-masing tim dikeluarkan dari lapangan. Gelandang Pro Duta Faisal Azmi beradu mulut dengan gelandang PSMS Zulkarain. Faisal melakukan pelanggaran dan Zul protes atas apa yang dilakukan Faisal. Keributan kedua pemain ini memancing pemain lain, dan wasit mengambil langkah tegas mengeluarkan keduanya. Perseturuan Faisal dan Zulkarnain mengingatkan memori 2010/11. Faisal termasuk dalam deretan mantan pemain PSMS yang tidak dipertahankan manajemen lantaran bersuara vokal menyoal gaji yang tertunggak. Sedangkan, Zulkarnain tidak mau ikut dalam rombongan pemain yang berusaha sampai ke KONI Medan untuk menyuarakan gaji pemain segera dibayar.  Zulkarnain akhirnya dipertahankan oleh PSMS musim berikutnya di PSMS ISL hingga saat ini di LPIS. Sejak itu, hubungan Zulkarnain yang disebut anak emas manajemen ini tidak pernah mencair dengan pemain-pemain eks PSMS lainnya yang berjuang menuntut gaji saat itu.

Setelah Zul dan Faisal keluar, hanya beberapa menit kemudian giliran striker Pro Duta  Ghozali Muharram dan gelandang PSMS Juanda Mahyadi bersitegang juga dalam perebutan bola. Kali ini, sulit melerai para pemain yang sudah menumpuk di tengah lapangan. Ada yang melerai dan ada yang tak bisa dilerai. Namun, tiba-tiba saja, President Pro Duta FC, Wahyu Wahab yang juga ikut dalam kepengurusan PSMS LPIS masuk ke dalam lapangan dan langsung beradu mulut dengan Saktiawan Sinaga.  Situasi memanas, karena Sakti tak tinggal diam dan bak gayung bersambut langsung perang kata. Sakti juga hampir saja mendatangi Wahyu untuk adu fisik, beruntung dicegah rekan-rekannya. Tak hanya Wahyu Wahab, Roberto Bianchi, Pelatih Pro Duta, juga turun ke lapangan. Beberapa pemain saling melerai, kondisi ini berlangsung hingga peluit panjang babak pertama usai.  Wasit Yu Abdillah pun akhirnya memutuskan pertandingan tidak dilanjutkan lagi ke babak kedua.

“Ini permintaan kedua tim. Kalau dilanjutkan nanti semakin panas pertandingan. Sudah terlalu banyak insiden dan emosi, ada penonton banyak, keamanan tidak ada, nanti kalau dilanjutkan takutnya malah tidak aman. Ini juga tepat 45 menit dan kejadian di injury time makanya saya tiup peluit,” ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Pelatih kedua tim punya komentar yang sama, perihal tak ada yang bisa dijadikan tolak ukur taktikal sepanjang pertandingan. Roberto Bianchi mengatakan sebagai pelatih Pro Duta, dia tak ingin mengeritik pemain PSMS. Dia hanya bisa mengatakan, harusnya  jalan pertandingan yang berlangsung keras di lapangan tidak terjadi dalam laga ujicoba.

“Saya berkomentar ini secara personal bukan sebagai pelatih Pro Duta yang ingin mengeritik PSMS. Saya hanya bisa bilang, pemain mereka [PSMS] sebagian datang dengan mental berbeda di uji coba. Ada yang mentalnya bagus dan ada juga yang di luar batasan. Harusnya keras pertandingan seperti ini tidak terjadi, ini hanya uji coba,” ungkapnya.

“Dan dengan pertandingan yang berjalan seperti ini, bagi saya jadinya tidak ada artinya. Pertandingan tidak berguna. Tidak ada pelajaran yang bisa saya dapat. Padahal saya ingin melihat hasil dari latihan tim dalam ujicoba ini. Tapi ya saya ambil positifnya saja, mungkin kami nanti akan ketemu lawan seperti PSMS main hari ini di kompetisi yang tentunya resmi bukan ujicoba seperti ini,” tegasnya.

Presiden Pro Duta Wahyu Wahab menambahkan, dirinya memang emosi melihat Saktiawan Sinaga, menurutnya sepanjang pertandingan pihaknya sudah meminta gelandang PSMS, Donny Fernando Siregar agar mengingatkan Sakti.

“Saya sudah bilang sama Donny, tolong bilang sama Sakti jangan kasar mainnya. Dan siapa juga yang enggak emosi lihat kiper kami begitu, dagunya berdarah dan giginya copot. Sudahlah memang enggak level tim PSMS itu sama kami, kompetisinya saja beda level,” tukasnya di dalam lapangan.

Sementara itu, Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, menyesalkan keputusan ofisial tim lawan yang menyeruduk ke lapangan lapangan. Menurutnya, tindakan itu hanya menambah kisruh keadaan yang awalnya hanya melibatkan pemain.

“Dalam pertandingan bola cekcok antarpemain itu biasa. Kan  ada wasit yang bisa mengawasi dan menentukan sikap. Tapi tidak perlu pengurus Pro Duta ikut masuk ke lapangan. Itu kan sudah menyalahi aturan. Itu yang sangat saya sesalkan,” bebernya.

“Awalnya emosi anak-anak sudah mulai turun saat menyamakan kedudukan 1-1. Tapi saya lihat justru Pro Duta yang balik emosi. Terus terang tidak ada pelajaran yang bisa kami ambil dari pertandingan ini,” tegasnya. (gk-38)
 
Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait