thumbnail Halo,

Berikut petikan wawancara Okto Maniani saat ditemui di Hotel Saka, Medan, tempat timnas menginap.


EKSKLUSIF   NINA RIALITA     DARI     MEDAN    

Oktovianus Maniani adalah pemain berstatus nonklub yang saat ini bisa masuk Skuat Timnas Senior Indonesia Pra Piala Asia 2015. Pemain kelahiran 27 Oktober 1990 ini telah bergabung dalam pemusatan latihan tim  Nil Maizar tersebut sejak sepekan terakhir di Medan. 

Di sela semangatnya mengikuti latihan bersama Andik Vermansyah dkk, Okto sejatinya masih berharap bisa segera berseragam klub baru, pasca-tak lagi berstatus sebagai pemain klub ISL, Persiram Raja Ampat.

Bagaimana sebenarnya harapan Okto? Berikut petikan wawancaranya saat ditemui di Hotel Saka, Medan, tempat timnas menginap.

Bagaimana kelanjutan karir sepakbola kamu sekarang?

Sebenarnya, sudah banyak tawaran klub untuk  saya. Tapi di ISL ada yang enggak senang saja sama saya. Jadi mereka cut saya untuk main di ISL.  Semua manajer ISL tolak saya.

Maksudnya?

Saya tidak tahu kenapa orang tidak senang saya. Ada seseorang yang menjelekkan nama saya.  Ada orang dari mantan klub saya.

Apakah ada hubungannya dengan keputusan kamu membela timnas, sejak tahun lalu?

Di Persiram, saya memang minta izin untuk membela timnas (diantaranya TC Piala AFF 2012), tapi saya tidak dikasih izin. Saya sudah tahu risikonya. Setelah saya ikut timnas, kemudian saya pulang ke Raja Ampat saya temui manajer, saya datang berdua dengan orang dari keluarga saya, saya datang baik-baik. Tapi saya diusir. Saya tahu saya punya kesalahan. Kena sanksi oke, saya salah. Pas saya pulang sudah putus kontrak.

Setelah itu?

Saya merasa karir saya di bola dikasih mati. Ada tawaran dari klub di Liga Indonesia, salah satunya Petro Kimia, sudah deal. Tapi kemudian saya dicut, saya dibilang kurang disiplin, bandel. Tidak hanya klub ISL, klub divisi utama jawabannya semua sama. Saya bingung, yang saya tahu tunjuk prestasi, dan kalau saya kurang disiplin kenapa saya dipanggil timnas beberapa kali, itu salah satu contoh kecil saja. Di sepak Indonesia tidak ada yang sempurna, saya bandel-bandel  tapi tanggung jawab di lapangan.

Apa yang kamu rasakan saat itu?

Terus terang saya bingung. Pemain hanya melakukan demi negara. Sebenarnya, saya bingung juga semua ini terjadi karena dualisme. Saya pribadi senang bermain di ISL, karena kompetitif. Saat itu saya mau bicara empat mata dengan orang dalam Persiram itu, saya mau lihat dan dengar salah saya apa sehingga harus begini. Karena harusnya tetap lihat bagaimana saya di lapangan, apa yang saya buat. 

Setelah kamu diputus kontrak, bagaimana hak kamu?

Sampai sekarang mulai putus mau putaran kedua, enggak dibayar sesen pun. Biarkan, itu hasil keringat saya, saya doakan dia berhasil membawa tim. Biarkan Tuhan yang membalas. Karena sebenarnya saat tanda tangan kontrak, tidak ada larangan membela timnas.

Jadi, kamu hanya fokus bersama timnas bersama coach Nil Maizar?

Untuk saat ini iya, sambil tetap mencari klub. Ada klub IPL saat ini yang serius dengan saya, Persitara.

Keputusan kamu bertahan di timnas, apa karena PSSI menjamin masa depan kamu? Apakah sudah ada pembicaraan ke arah sana?

Jujur saja saya hanya baca di media soal itu. Katanya akan saya dan Raphael (Maitimo) akan ditanggung biayanya sebagai pemain non klub yang membela timnas untuk satu tahun ke depan. Tapi belum ada pembicaraan dengan manajemen timnas soal itu. Saya juga butuh kejelasan, saya sedang bingung, semua orang punya keluarga. Kalau tidak jelas, saya juga harus pergi untuk mencari klub.

Setelah apa yang kamu alami, kamu kapok membela timnas?

Bagi saya ini pengalaman. Dan untuk pemain lain agar jangan seperti saya. Saya adalah contoh untuk pemain lain. Contoh bahwa ada risiko semisal dijelekin ke semua klub di ISL. Memang ada manajer yang mengerti, tapi ada juga manajer yang enggak mengerti. Untuk pemain lain saya serahkan ke diri masing-masing untuk pilihan mau atau tidak membela timnas. Paling tidak, mereka sudah tahu risiko seperti yang saya alami.

Apa harapan kamu ke depan?

Saya ingin dualisme ini segera berakhir. Pemain hanya fokus bermain dan tahunya hanya bermain. Karena mempengaruhi banyak pihak termasuk pemain yang harus dihadapkan pilihan untuk membela timnas.

Ini bukan kali pertama kamu ke Medan. Apa perubahan yang kamu lihat di Medan, setelah sempat berkortum PSMS musim 2008/09?

Banyak mall baru. Saya belum banyak waktu untuk jalan-jalan di Medan. Paling hanya nongkrong di bioskop hari Sabtu dan Minggu.

Kamu sempat minta ditarik keluar saat laga uji coba lawan Pro Duta (Sabtu, 19/1), apakah kamu cedera parah?

Iya cedera, sepertinya hamstring. Tapi enggak parah. Kemungkinan Senin saya tidak latihan tapi jogging saja.

Dengan kekuatan di timnas saat ini, apakah kamu optimis Indonesia bisa berbuat banyak di Pra Piala Asia?

Saya optimis dan kami mau membuat yang terbaik. Ini untuk jangka waktu yang panjang dan saya rasa bisa. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait