thumbnail Halo,

Suharno mengakui timnya kesulitan mengukir skor pada babak pertama.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK    
Gresik United sempat tertinggal lebih dulu, kala meladeni Persidafon Dafonsoro di Stadion Petrokimia, Selasa (15/1). Meski demikian, tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut mengakhiri pertandingan dengan kemenangan, usai mengunci skor menjadi 2-1 melalui lesakan dua gol di babak kedua.

Menurut pelatih Gresik United Suharno, timnya memang kesulitan mengukir skor pada babak pertama. Karena itu, saat jeda pertandingan sebelum babak kedua berlangsung, Suharno mengaku memarahi para pemainnya di ruang ganti.

“Dalam artian yang positif lho ya, itu agar para pemain lebih bersemangat saat bermain. Sebab saya yakin pada babak pertama, para pemain tak bermain secara maksimal. Semua pemain saya marahi, tak terkecuali,” ungkap Suharno dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan berlangsung.

Rupanya, kemarahan Suharno di kamar ganti benar-benar membakar semangat para pemain Gresik United di paruh kedua. Di interval ini, Laskar Joko Tingkir mampu melesakkan dua gol. Masing-masing oleh Aldo Barreto pada menit ke-51, serta tandukan Park Chul Hyung di menit ke-79.

“Saya tahu benar karakter pemain Papua, karena saya juga sempat melatih tim di sana. Mau latihan atau tidak, mau gajian atau tidak, mereka pasti semangat dalam bermain dan total. Dan saya tahu itu, salut buat para pemain Persidafon. Semangat bertanding mereka sangat luar biasa. Terima kasih juga kepada para pemain saya, karena mereka juga sudah berjuang habis-habisan untuk meraih kemenangan ini,” jelas mantan arsitek Persiwa Wamena tersebut.

Selain memuji penampilan tim Persidafon secara kolektif, Suharno juga mengacungi jempol penampilan Eduard Ivakdalam secara pribadi dalam laga kali ini. Gol semata wayang tim berjuluk Gabus Sentani tersebut, berhasil dilesakkan oleh Eduard pada menit ke-17, memanfaatkan skema serangan balik cepat.

“Eduard sungguh luar biasa. Di saat usianya sudah tidak lagi muda, ia masih mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain hebat. Gol yang bersarang ke gawang kami, selain karena umpan matang Ronal (Setmot), juga tak lepas dari ketenangan seorang Eduard dalam melakukan penyelesaian akhir,” paparnya.

Dalam laga yang berlangsung dalam tensi tinggi ini, Suharno harus kehilangan Supandi di posisi bek kiri. Mantan punggawa Deltras Sidoarjo musim lalu tersebut tak bisa melanjutkan pertandingan di penghujung babak pertama, akibat berbenturan dengan salah satu pemain Persidafon. Tak cukup sampai di situ, Supandi juga terlihat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh tim medis.

“Kami masih belum tahu, seberapa parah cedera yang dialaminya. Mungkin setelah ini, kami akan jenguk ke rumah sakit untuk mengetahui seberapa parah cederanya. Semoga, tak terlalu parah dan bisa kembali bergabung bersama tim,” kata Suharno.

Menghadapi Persidafon yang di laga sebelumnya dibantai 5-2 oleh Arema, Suharno banyak melakukan rotasi. Nama-nama seperti Dirga Lasut, April Hadi, dan David Faristian, tak masuk dalam line up. Sebagai gantinya, Suharno memasang Kacung KM, Achmad Sembiring, serta Agus Indra Kurniawan sebagai starter.
Bahkan, nama Risky Novriansyah hanya masuk di jajaran pemain cadangan. Ia baru masuk ke lapangan pada menit ke-23, menggantikan Agus Indra Kurniawan yang bermain di bawah performa terbaiknya. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait