thumbnail Halo,

Para suporter terpaksa dievakuasi dengan bus rombongan PSMS.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Pertandingan eksibisi PSMS Divisi Utama PT Liga melawan Mencirim Putra di Turnamen Mencirim Cup III, Minggu (13/1) sore, di Lapangan Mencirim Putra Desa, berakhir kemenangan 2-1. Sayangnya, raihan positif ini diwarnai kejadian tak menyenangkan.

Pasalnya, terjadi bentrokan antarsuporter PSMS yang tergabung dalam SMeCK Hooligan dengan warga di lokasi pertandingan, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru. Kejadian ini mengakibatkan setidaknya enam suporter luka memar dan patah tangan. Bahkan, tiga di antaranya perempuan. Para suporter ini terpaksa dievakuasi dengan bus rombongan PSMS.

Peristiwa ini dilatarbelakangi nyanyian dan yel-yel SMeCK kepada Saktiawan Sinaga, Donny Fernando Siregar, dan Jecky Pasarela, pemain PSMS Divisi Utama LPIS yang memperkuat Putra Mencirim. Sedangkan, SMeCK hadir untuk mendukung skuat PSMS PT Liga. Selain, tiga pemain tersebut juga ada dua pemain PSMS LPIS yang memperkuat Putra Mencirim,  yaitu Yudha Andika dan Novi Handriawan.

Puluhan anggota SMeCK dari berbagai basis pun seperti biasa melontarkan yel-yel nyanyian untuk mendukung PSMS PT Liga yang diperkuat Afan Lubis dkk. Dan, pertandingan berlangsung aman hingga babak pertama.

Tapi, memasuki babak kedua, nyanyian suporter mulai menyinggung Saktiawan Sinaga, Donny Fernando Siregar, Jecky Pasarela. Saktiawan mulai tidak nyaman dengan yel-yel tersebut dan memilih langkah berani mendatangi suporter yang ada di tribun.

Amarahnya sempat diredakan setelah gelandang PSMS PT LI, Afan Lubis menenangkan suporter. Tidak sampai di situ, setelah pertandingan Sakti kembali beradu argumen dengan SMeCK. Kejadian ini lantas memantik perhatian warga sekitar yang turut menyaksikan laga. Sayangnya, saat Sakti  mampu ditenangkan, malah giliran  warga yang ternyata tersulut amarahnya melihat suporter. Alhasil, perang batu tak terhindarkan dan kerumunan suporter pecah. Aksi bentrok tersebut akhirnya dapat diredam setelah pihak kepolisian dan TNI turun tangan mengamankan. SMeCK pun membubarkan diri dari tribun.

Saktiawan Sinaga menjelaskan perihal aksinya mendatangi suporter. Menurutnya, kekecewaannya sudah memuncak mendengar nyanyian suporter yang menyudutkannya. Saktiawan Sinaga, Jecky Pasarela adalah pemain yang sebelumnya sempat ikut seleksi di PSMS PT Liga, sudah dinyatakan lolos namun keduanya hijrah tatkala PSMS LPIS sedang mempersiapkan tim dengan langsung sodoran uang pengikat tanda jadi.

"Aku enggak masalah kalau aku dimaki-maki.  Tapi jangan hanya karena  kami pindah ke PSMS LPIS mereka terus memaki-maki. Kenapa harus gitu? Kami sama-sama pemain dan bawa nama PSMS," tegasnya kepada GOAL.com Indonesia.

Hal lainnya yang membuatnya emosi adalah, pertandingan tersebut disaksikan juga oleh anak dan istrinya.  

"Aku cuma mau beradu argumen dengan mereka. Orang boleh maki-maki aku. Tapi jangan sampai menyinggung alat kelamin. Anak dan istriku nonton," tukas pemain yang musim lalu berkostum Mitra Kukar ini.

Sedangkan ketua umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, terlihat berdialog dengan ketua panitia pelaksana turnamen yang juga ketum PS Mencirim Putra,  Budi Ilham.

"Saya sebagai ketua panitia menyesalkan kejadian ini. Karena pemicunya kami sesalkan dari suporter yang provokatif. Untuk yang luka-luka akan kami tanggung jawabi," ujar Budi.

Dalam pertandingan ini, dua gol kemenangan PSMS PT Liga dicetak Safrial Irfandi dan Affan Lubis. Sedangkan, gol Putra Mencirim diletak melalui tendangan bebas Donny Siregar.(gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait